CILEGON, Selatsunda.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon dan industri di Kota Cilegon mengadakan Forum Group Discussion (FGD) membahas penanganan Jalan Lingkar Selatan (JLS) yang rusak, Senin (29/8/2022). Diskusi mengenai JLS membahas mulai dari rencana perbaikan beberapa ruas jalan yang rusak hingga keterbutuhan dana untuk perbaikan.
Kepala Bidang Bina Marga (BM) Dinas PUTR Cilegon, Retno Anggraeni mengatakan, sejauh ini Pemkot berupaya untuk melakukan perbaikan JLS sepanjang 15,8 kilometer. Upaya itu dilakukan dengan mengajukan perbaikan ke Kementerian PUPR.
Hanya saja, terdapat ruas jalan mulai dari kilometer 0 hingga kilometer 3,9 yakni dari Lampu Merah PCI hingga Bekas Kantor Kejari Cilegon yang belum dapat tertangani karena keterbatasan anggaran.
“Bisa dikatakan panjangnya dari PCI sampai bekas Kantor Kejaksaan Negeri Cilegon yang tidak terpakai. Nah, dari bekas kantor Kejari Cilegon sampai Ciwandan menggunakan anggaran dari Kementerian PUPR yang kami (Pemkot Cilegon) ajukan,” ungkap Retno usai FGD.
Selain ruas jalan, kata Retno, ada juga perbaikian jembatan yang diajukan ke Kementerian PUPR. Namun dari 7 jembatan, yang diajukan hanya 5 jembatan untuk diperbaiki.
“Sisa ada 5 jembatan yang harus diperbaiki karena kondisinya rusak parah. diantaranta Jembatan Cimahe, Jembatan Cigeblak, Jembatan Cibelereng dan Jembatan Cikepuh. Perbaikan 5 jembatan ini menggunakan anggaran Kementrian PUPR,” ujarnya.
Dengan melihat hal tersebut, kata Retno, ada ruas jalan sepanjang 3 kilometer yang perlu diperbaiki dan 2 jembatan yakni jembatan Cijalumpang dan jembatan Cikondang yang direhab.
Maka dari itu, kata dia, peran dan keterlibatan dari industri sangatlah dibutuhkan untuk membantu penanganan JLS.
“Konstribusi industri dalam memperbaiki JLS sebesar Rp 9 miliar. Rp 9 miliar ini terdiri dari pekerjaan konstruksi dengan anggaran Rp 6.652.272.461,20. Sementara untuk jembatan Cijalumpang kebutuhan anggaranya sebesar Rp 1.350.000.000,00 dan jembatan Cikondang kebutuhan anggaran Rp 1.000.000.000,00,” katanya.
Sementara, ditempat yang sama, Walikota Cilegon, Helldy Agustian menyatakan, forum diskusi yang dibangun dengan industri untuk menyamakan persepsi pentingnya JLS. Maka dari itu, industri diharapkan dapat membantu Pemkot menangani perbaikan JLS.
“Yang penting adanya kesepahaman, dan mereka mau bantu masyarakat Kota Cilegon,” kata Helldy.
Sementara itu, Perwakilan PT Indorama Petrochemical Malim Hander Joni yang terpilih sebagai Ketua Tim Perbaikan JLS meminta ada kesadaran pihak industri di Cilegon untuk bersama-sama memperbaiki JLS.
“Perbaikan JLS ini kan dari kita untuk kita. Otomatis ada peran industri juga dalam perbaikan JLS tersebut. Apabila industri ini tidak ada partisipasinya sedangkan kendaraan mereka melintas di JLS, otomatis kendaraan mereka kita tahan,” tegas Jhoni.
Joni pun tidak menargetkan berapa besaran konstribusi industri dalam memperbaiki JLS, tetapi, dirinya meminta adanya kesadaran dari masing-masing industri dalam membantu Pemkot Cilegon dalam memperbaiki JLS.
“Pertama saya minta kesadaran industri dulu. Kedua, kalau memang mereka gak sadar atas tanggung jawabnya, kita tidak bisa berbuat apa-apa. Karena kita pun gak punya kekuatan hukum yang mendesak. Namun yang jelas, kita akan transparan ke masyarakat berapa total industri yang membantu dan berapa uang patungan dari pihak industri dalam memperbaiki JLS,” bebernya.
Ia berharap, bantuan dari industri ini lebih dari Rp 9 miliar.
“Saya inginnya sih lebih dari Rp 9 miliar. Karena pengalaman di 2018 banyak yang membantu. Setelah uang terkumpul, saya harap cepat selesai dikerjakan perbaikan JLS ini,” harapnya. (Ully/Red)

