
CILEGON, SSC – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon meninjau saluran-saluran drainase yang ada di Kecamatan Ciwadan, Rabu (7/1/2026). Pemkot meninjau saluran untuk menangani secara komprehensif atas kejadian banjir yang terjadi, beberapa waktu lalu.
Dalam kegiatan tersebut, Pemkot meninjau bersama sejumlah industri yang ada di wilayah tersebut. Hadir dalam agenda itu, Plt Sekda Cilegon Ahmad Aziz Setia Ade Putra, Kepala BPBD Kota Cilegon Suhendi, serta industri yang tergabung dalam Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (Inaplas).
Plt Sekda Cilegon Ahmad Aziz Setia Ade Putra mengatakan, tinjauan tersebut menindak lanjuti pertemuan antara Walikota Cilegon dengan Inaplas, Kemarin, Selasa (6/1/2026). Pihaknya dalam peninjauan itu menemukan saluran drainase yang berdimensi kecil. Hal itu membuat debit air hujan yang meluap tidak mampu tertampung.
“Ini merupakan tindak lanjut pertemuan kemarin. Hasilnya, kami menemukan sejumlah drainase yang dimensinya terlalu kecil sehingga tidak mampu menampung debit air saat hujan deras,” ujar Aziz.
Aziz mengungkapkan, salah satu titik yang sangat vital untuk ditangani terletak di saluran antara kawasan PT LOC hingga PT Selago yang bermuara langsung ke laut. Ia menyatakan, saluran tersebut merupakan kewenangan PT Krakatau Sarana Infrastruktur (KSI).
“Alhamdulillah, kami sudah berkoordinasi dengan PT KSI. Pihak perusahaan siap segera melakukan redesain agar dimensi saluran air dari jalan nasional ke laut menjadi lebih besar, sehingga daya tampung air meningkat,” ujarnya.
Pemkot Cilegon selain itu juga memetakan saluran air yang yang menjadi kewenangan BPJN, PT KSIdan juga saluran perusahaan industri lainnya.
Aziz menerangkan, saluran di depan masing-masing perusahaan diwajibkan untuk dibersihkan oleh perusahaan dengan pendampingan dari PT KSI selaku pengelola kawasan industri. Adapun titik drainase yang ditinjau meliputi kawasan PT Selago, depan PT Asahimas, PT Sankyu, hingga PT Indorama.
Terkait dengan saluran air yang tertutup bangunan, Pemkot Cilegon akan melakukan penertiban secara bertahap dengan mekanisme surat teguran.
“Kami beri kesempatan pemilik bangunan untuk membongkar sendiri. Jika tidak dilakukan sesuai batas waktu, maka akan kami bongkar. Ini menyangkut keselamatan warga karena banjir berkaitan langsung dengan nyawa,” terangnya.
Dalam waktu dekat tepatnya pada mulai Kamis 8 Januari 2026, kata Aziz, industri akan melakukan normalisasi saluran.
Ia menyatakan, estimasi pengerjaan normalisasi saluran tersebut diperkirakan memakan waktu satu pekan.
“Sedangkan pekerjaan perbesaran drainase di wilayah kewenangan PT KSI, diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua bulan,” terangnya.
Sementara itu, Koordinator Dewan Pakar Inaplas, Helmilus Musa menjelaskan, penanganan banjir menjadi faktor yang sangat urgent dalam mewujudkan Cilegon sebagai pusat pengembangan industri petrokimia nasional.
Helminus mengatakan, Cilegon tengah diusulkan dalam roadmap Inaplas sebagai zona pengembangan industri petrokimia nasional.
Bahkan berpeluang menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), namun persoalan banjir dinilai dapat menjadi penghambat serius.
“Kalau sering dilanda banjir, tentu akan dinilai tidak layak untuk dikembangkan sebagai kawasan industri strategis,” paparnya.
Ia menjelaskan, pengembangan industri hilir petrokimia di Cilegon berpotensi besar menyerap tenaga kerja lokal.
Namun, diperlukan sinergi antara industri dan pemerintah daerah, terutama dalam mengatasi titik penyempitan saluran drainase dan persoalan bangunan warga di atas Drainase.
“Tujuan kami sama, Cilegon bebas banjir dan siap menjadi pusat industri petrokimia nasional,” pungkasnya. (Ronald/Red)




