CILEGON, Selatsunda.com – Dinas Kesehatan Kota Cilegon terus mengimbau agar masyarakat di Kota Cilegon mewaspadai penyakit demam berdarah dengue (DBD). Hingga Juni 2022, penderita DBD telah mencapai 274 orang pasien, dengan angka kematian 1 orang pasien.
Kasi Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kota Cilegon, dr Sri Rezeki, mengatakan, peran aktif masyarakat dalam mencegah penyakit DBD sangatlah penting. Ia menyatakan, utamanya pencegahan itu dilakukan melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan cara 3M plus (Menguras, Mengubur dan Mendaur Ulang).
“Pencegahannya itu yang utama adalah PSN. Jadi selama kalau tidak melakukan PSN, penyakit ini akan ada terus kalau tidak menjaga kebersihan rumah, tidak menjaga lingkungan,” ujarnya dikonfirmasi, Kamis (28/7/2022).
“Jadi tolong tekankan yang diutamakan adalah PSN baik di dalam rumah maupun di luar lingkungan,” sambungnya.
Ia menyatakan PSN dengan 3M Plus adalah upaya yang dinilai paling efektif untuk mencegah DBD dan memberantas jentik nyamuk. Namun disisi lain banyak anggapan masyarakat jika pengasapan (fogging) adalah cara memberantas DBD.
Sri menegaskan, fogging bukanlah suatu jaminan DBD dapat dicegah. Karena jika dengan fogging, upaya itu sifatnya hanya membunuh nyamuk dewasa. Sementara jentik nyamuk masih tetap ada dan terus berkembang biak.
“Kalau fogging itu hanya membunuh nyamuk dewasa. Tapi siklus hidup nyamuk itu kan 10 hari. Jadi kalau dibunuh nyamuk dewasa, sementara jentik masih ada, dia akan tumbuh dan berkembang biak lagi,” jelasnya.
Sekali lagi ditekankan Sri, pencegahan DBD yang tepat adalah dengan PSN 3M Plus. Memulainya dengan cara melakukan pembersihan di lingkungan atau tempat tinggat masyarakat itu sendiri. Jadi kala DBD merebak, masyarakat langsung melakukan PSN dengan menguras, mengubur dan mendaur ulang barang yang menjadi sarang nyamuk.
“Jadi Ketika ada DBD, langsung lakukan bersih-bersih lingkungan rumah. Jangan sampai ada jentik di rumahnya, di halamannya,” harapnya. (Ully/Red)

