20.1 C
New York
Senin, Mei 25, 2026
BerandaPeristiwaPenyempitan Gorong-gorong Disebut Jadi Penyebab Banjir di Cilegon

Penyempitan Gorong-gorong Disebut Jadi Penyebab Banjir di Cilegon

-

CILEGON, SSC – Sekda Kota Cilegon, Maman Mauludin menyatakan banjir di Kota Cilegon beberapa hari lalu terjadi karena terdapat penyempitan gorong-gorong.

“Iya benar karena ada penyempitan gorong-gorong akhirnya terjadi banjir,” kata Sekda Maman kepada Selatsunda.com usai melakukan sidak lokasi saluran drainase di PCI, Kota Cilegon, Kamis (9/1/2025).

Maman mengungkapkan, dari hasil pemantauan yang dilakukan kali ini, banyak saluran air/gorong-gorong yang kondisinya cukup kecil sehingga ketika hujan air meluap tidak mampu menampung air. Gorong-gorong yang kecil ini ada yang masuk wilayah jalan nasional maupun jalan kota. Untuk jalan nasional, pihaknya akan bersurat ke BPJN (Balai Pelaksanaan Jalan Nasional) selaku pengelola jalan nasional agar ikut membantu Kota Cilegon dalam memperlebar gorong-gorong.

“Yang jelas di jalan nasional ini, kita akan bersurat ke BPJN (Balai Pelaksanaan Jalan Nasional) selaku pengelola untuk bagaimana gorong-gorong ini tidak tersendat,” ungkapnya.

Menurutnya, adanya banjir tersebut disebabkan oleh limpahan air kali yang meluap. Sehingga, pihaknya siap memperbesar saluran di Perumahan Cilegon Indah (PCI) demi mempercepat surutnya air.

“Secara teknis di PCI harus dibesarkan, kita sanggup dibesarkan, nanti koordinasi dengan PU. Ini sebenarnya hanya limpasan 1-2 jam selesai, tapi kami ingin jangan sampai tergenang lama,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon, Suhendi, melaporkan bahwa beberapa titik banjir sudah surut.

“Peristiwa banjir ada di Lingkungan Sambirata, Kelurahan Cibeber, ⁠di Perumahan Griya Praja Mandiri Blok G dan H, di Jerang Barat, di Perumahan Islamic Village Kali Kalong, ⁠di lingkungan Kalang Anyar, Kelurahan Kedaleman, dan ⁠di Perumahan Rakata,” tuturnya.

Namun, ia menyoroti potensi banjir susulan juga bisa terjadi kembali, terutama di wilayah Cibeber.

“Sementara ini banyak di Cibeber. Mudah-mudahan tidak terjadi yang lain. Dulu kan Grogol, di Pulo Merak, dan Ciwandan. Tapi setelah normalisasi sungai dan tandon, kondisinya membaik,” ucapnya.

BPBD juga telah melakukan evakuasi warga dan barang serta menyiapkan perahu untuk antisipasi, termasuk gorong-gorong yang perlu diperhatikan.

“Pantauan kami, banjir ini disebabkan air sungai yang meluap karena curah hujan tinggi dan gorong-gorong yang tersumbat. Kami koordinasi terus dengan PUPR,” pungkasnya. (Ully/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen
- Advertisment -DEWAN 2