CILEGON, SSC – Tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon meluncurkan aplikasi terbaru untuk memudahkan pelayanan kepada masyarakat. Peluncuran aplikasi ini, sekaligus memperingati HUT Kota Cilegon ke-24.
Ketiga OPD yang meluncurkan aplikasi terbarunya, yakni, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud), Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Cilegon.
Kepala Dindikbud Kota Cilegon Heni Anita Susila mengatakan, bertepatan HUT Kota Cilegon, aplikasi yang diluncurkan, yaitu, aplikasi educare inklusi. Aplikasi ini merupakan inovasi yang bermanfaat dalam memberikan data informasi bagi siswa berkebutuhan khusus ringan di sekolah reguler.
“Aplikasi educare ini merupakan salah satu sistem informasi untuk sekolah inklusi, sekolah reguler seperti biasa TK, SD, SMP yang menerima anak-anak kebutuhan khusus ringan seperti keterlambatan berpikir,” kata Heni kepada Selatsunda.com ditemui usai Riung Mempulung yang digelar di Kantor Walikota Cilegon,” Kamis (27/4/2023).
Ia menjelaskan, aplikasi tersebut dapat diakses oleh Dindikbud Kota Cilegon, sekolah, wali murid maupun industri untuk mengetahui informasi data sekolah inklusi seperti kinerja dan sarana prasarana yang diberikan.
“Menyajikan data-data anak sarana prasarana kemudian juga absensi anak, kemudian kami bisa memantau sekolah itu, kinerja sekolah inklusi guru dan kepala sekolahnya, dan orang tua siswa bisa memantau anaknya, stakeholder yang lain misalnya perusahaan yang mau bantu bisa diakses langsung sarana prasarana,” jelas Heni.
Di tempat yang sama, Kepala DPK Kota Cilegon Ismatullah mengatakan, adanya peluncuran aplikasi Sistem Informasi Pelayanan Arsip Vital Sekolah (Si Portals) dapat mengelola arsip di lingkungan sekolah guna menjamin keselamatan dan keamanan arsip.
“Arsip yang disimpan pada database di DPK dapat dijadikan back up untuk pencarian informasi apabila diperlukan. Dengan demikian kita bisa mengingat atau menemukan kembali informasi-informasi yang terekam, apabila ada banjir atau kebakaran,” jelas Ismatullah.
Ia menyampaikan, aplikasi tersebut rencananya dapat diakses pada bulan Mei atau Juni, dimana itu merupakan tahun ajaran baru di sekolah.
“Kan sekolah itu mulai ada tahun pelajaran baru dimulai Mei dan Juni dokumen dan ijazah baru keluar, baru bisa digitalisasi aja nanti aksesnya,” ucapnya.
Kepala Diskominfo Kota Cilegon Didin S Maulana mengungkapkan, pihaknya meluncurkan aplikasi satu data, masyarakat dapat mengakses data kependudukan hingga luas lahan secara transparan.
“Jadi aplikasi satu data ini aplikasi yang memang secara nasional ada ini jadi semua data yang ada di OPD, saya harapkan semuanya ada dari data sosial kependudukan, pendidikan sampai data luas lahan,” pungkasnya.
Diharapkannya, ketiga aplikasi yang baru diluncurkan dapat didukung oleh pemerintah, sehingga terimplementasi dengan baik. Diketahui, ketiga aplikasi tersebut akan tersedia di layanan digitalisasi.
“Data yang terkumpul baru 30 persen mudah2an target 3 bulan 4 bulan kedepan sudah 100 persen. Masyarakat bisa mengakses data secara transparan. Data OPD, indstri, RSUD, sekolah, ekonomi segala macem,” tuturnya. (Ully/red).

