CILEGON, SSC – Pengembangan budidaya tanaman hidroponik tanpa pestisida oleh PT Pertamina dengan Kelompok Tani Griya Hidroponik di Lingkungan Gerem Raya, RT 01 RW 04, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon terus dilakukan. Kali ini, keduanya menyasar pengolahan tanaman sayuran sehat untuk memenuhi kebutuhan pangan balitad yang ada di wilayah Kelurahan Gerem.
Fuel Terminal Manajer PT Pertamina Tanjung Gerem, Alimuddin mengatakan, pengembangan tanaman hidroponik merupakan salah satu program CSR lanjutan PT Pertamina MOR III untuk masyarakat sekitar Gerem. Setelah berhasil membudidayakan tanaman untuk masyarakat sekitar sejak 2017 lalu, kini Pertamina dan Poktan Griya Hidroponik mengembangkan sayuran sehat untuk dikonsumsi balita. Pengolahannya disebut dengan nama Pangan untuk Balita Gerem (PUB’G).
“Kami inginnya balita disini hidup berkembang dan sehat. Otomatis melibatkan ibu-ibunya juga. Ibu-ibunya mau ikut mengembangkan program ini. Artinya kita pertamina ini juga melibatkan masyarakat sekitar,” ujar Alimuddin usai kegiatan Launching Pos UKK dan PUB’G di Sekretariat Kelompok Tani Griya Hidroponik, Selasa (26/11/2019).
Ia menyatakan, pangan yang dikembangkan akan mengolah tanaman hidroponik menjadi makanan berbentuk nuget dengan harapan bisa dikonsumsi oleh balita. Pendistribusiannya ke Pos UKK mereplikasi program Ojek Makanan Balita (Omaba) Pertamina MOR III dengan memberdayakan orangtua balita sendiri.
“Kalau disini dengan sistem PUB’G untuk sementara kita distribusikan Posyandu di Gerem. Yang terpenting tujuan program kita tercapai, Sehatkan, Berdayakan dan Lestarikan.
Sehatkan untuk posyandu dan berdayakan untuk hidroponik,” paparnya.
Sementara, Ketua Poktan Griya Hidroponik, Yoyo Eko Rianto mengapresiasi kerjasama yang dikembangkan dengan Pertamina. Sejauh ini selain makanan nuget untuk balita, tanaman hidroponik juga diolah menjadi makanan lain yang bisa dikonsumsi.
Hasil lain yang sukses diolah dengan melibatkan 30 anggota poktan dan 17 kader posyandu ini diantaranya tanaman hidroponik berupa mie, minuman dan krupuk pakcoy serta bakso ikan.
“Yang dikembangkan ini sayuran, terutama pakcoy, kangkun dan kailan. Kita pernah kailan, tapi karena banyak hama kita stop dulu. Sekarang kita kembangkan yang pakcoy, nuget dan bakso ikan,” tuturnya.
Pihaknya berharap, pengolahan tanaman hodroponik untuk makanan balita diharapkan dapat memberi manfaat positif khususnya bagi masyarakat sekitar Gerem.
“Kita bikin nuget ini karena balita suka mengkonsumsi nuget. Untuk kedepannya, anak-anak kecil bisa juga suka dengan bakso ikan yang kami buat,” harapnya. (Ronald/Red)

