Gedung DPRD Kota Cilegon (Foto Dokumentasi)

CILEGON, SSC – Rapat Pleno Penetapan Walikota dan Wakil Walikota Cilegon Terpilih tak kunjung digelar. Padahal Pleno Rekapitulasi dan Penetapan Hasil Perhitungan Suara telah selesai dilaksanakan KPU Cilegon pada Rabu (16/12/2020), tahun lalu. Hal ini pun menjadi perhatian dari Komisi I DPRD Kota Cilegon saat membahasnya dalam rapat internal di ruang Komisi I, Kamis (14/1/2021).

Ketua Komisi I DPRD Kota Cilegon Hasbudin mengaku, jika pihaknya membenarkan akan mempertanyakan hal itu dan akan melakukan dengar pendapat (hearing) dengan KPU. Karena banyak masyarakat Cilegon ingin mengetahui informasi tersebut.

“Banyak yang menanyakan kepada kami, kapan pleno penetapan akan dilakukan. Sementara KPU Kota Cilegon tidak ada kabarnya sama sekali,” ujarnya.

Menurut Hasbudin, pembahasan rapat pleno kepala daerah terpilih dinilai pihaknya penting. Karena diketahui di pertengahan Februari ini, masa kepemimpinan Wali Kota Cilegon Edi Ariadi dan Wakil Wali Kota Cilegon Ratu Ati Marliati akan segera berakhir.

“Pak Wali dan Bu Wakil masa kepemimpinannya kan habis, Saya lupa, entah 15 Februari atau 16 Februari. Tapi sampai sekarang jangankan info pelantikan, pleno penetapan suaranya juga tidak ada info sama sekali,” tuturnya.

Disamping akan membahas jadwal rapat pleno, ia juga menyinggung akan mengevaluasi tahapan pilkada yang telah dilakukan oleh KPU. Terutama menyangkut penggunaan anggaran yang diserap saat pilkada berlangsung.

“KPU Cilegon termasuk mitra kerja kami, wajar jika ingin mengevaluasi. Apakah tahapan-tahapan pilkada kemarin tidak ada yang terlewatkan, bagaimana serapan anggarannya. Bawaslu Kota Cilegon pun akan kami undang,” tuturnya.

Terpisah, Ketua KPU Kota Cilegon Irfan Alfi menyatakan, sampai saat ini pihaknya menunggu arahan KPU RI melanjutkan ke tahap berikutnya setelah pleno perhitungan dan pemungutan suara selesai digelar.

“Teknisnya, KPU bersurat ke kabupaten dan kota. Setelah itu, barulah kami menggelar pleno. Sepertinya pleno nanti akan dilakukan serentak. Tapi itu tergantung dari keputusan KPU nanti,” paparnya. (Ronald/Red)