CILEGON, SSC – Seorang warga Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon berinisial FR (30) harus berurusan dengan polisi. Pelaku ini ditangkap Satreskrim Polres Cilegon diduga melakukan pencurian dan kekerasan terhadap wanita paruh baya berinisial NN yang berprofesi sebagai tukang urut.

Kejadian tersebut terjadi saat di rumah kontrakan korban pada 22 Februari 2024 lalu. Kejadian tersebut bermula saat pelaku berniat untuk mencuri perhiasan yang digunakan korban. Dimana sebelumnya pelaku sudah dua kali menggunakan jasa korban untuk terapis pijat dan melihat korban selalu memakai perhiasan.

Saat hari kejadian, pelaku menghubungi korban untuk menentukan jadwal pijat. Pelaku telah menyiapkan pisau yang diselipkan di celana yang digunakannya. Usai dipijat, disitu pelaku menjalankan niat jahatnya. Pelaku kemudian menodongkan pisau kepada korban.

Baca juga  Pertemuan Komwil III APEKSI di Depok, Wali Kota Helldy Ungkap Bonus Demografi 2045 Jadi Bahasan Utama

“Setelah selesai pijat, pelaku kemudian menyusul korban ke kamar mandi dengan posisi pisau dapur sudah pelaku pegang dengan tangan kanan lalu, pelaku masuk kamar mandi langsung menodongkan pisau kepada korban” ungkap Kasat Reskrim Polres Cilegon AKP Syamsul Bahri saat ekspos kasus perkara kepada awak media di Mapolres, Kamis (29/2/2024).

Saat itu, korban merasa terancam dan berusaha melakukan perlawanan kepada pelaku dengan berteriak meminta pertolongan. Lantaran panik,   pelaku reflek menusuk perut bagian kiri korban.

“Korban mendapat luka tusuk dan mengakibatkan infeksi, dan mengakibatkan korban meninggal dunia setelah beberapa hari di rawat,” ungkap Kasat.

Kasat Syamsul menjelaskan, motif pada pencurian dan penusukan tersebut karena pelaku terlilit hutang.

Baca juga  Pertemuan Komwil III APEKSI di Depok, Wali Kota Helldy Ungkap Bonus Demografi 2045 Jadi Bahasan Utama

“Untuk kepentingan pribadi tersangka karena terlilit hutang,” pungkasnya.

Kasat mengungkapkan, kejadian tersebut mengakibatkan korban meninggal dunia pasca beberapa hari di rawat di rumah sakit.

Atas peristiwa tersebut, pelaku dipersangkakan pasal 365 KUHPidana tentang pencurian dengan kekerasan dan terancam  15 tahun penjara. (Ronald/Red)