CILEGON, SSC – Polres Cilegon menangkap empat terduga pekerja pers di salah satu restoran di Kecamatan Purwakarta. Keempatnya ditangkap polisi diduga memeras PT Wastec, perusahan Pengelolaan limbah berlokasi di Kawasan KIEC Kota Cilegon.
Informasi yang berhasil diterima Selatsunda.com, empat terduga berinisial EM, ST, AH dan LH. Kejadian terjadi pada Kamis (27/2/2020) pukul 14.00 WIB.
Sebelum ditangkap polisi, keempat terduga ini ditawari pihak perusahaan uang damai agar tidak memberitakan temuan yang dimiliki oleh PT Wastec. Akhirnya, terduga meminta uang damai sebesar Rp 200 juta dari pihak perusahan agar pemberitaan tersebut tidak muncul.
Sebelum memberikan uang, manajemen PT Wastec mengajak para terduga bertemu di restoran. Sempat terjadi tawar menawar, hingga akhirnya deal uang damai turun dari Rp200 juta menjadi Rp30 juta.
Saat diserahkan, bergeraklah para petugas yang telah bersiap di lokasi yang sama untuk membekuk para oknum wartawan. Mereka kemudian digiring ke Polres Cilegon dengan barang bukti Rp 30 juta sekitar pukul 15.00 WIB.
Demikian disampaikan Kapolres Cilegon AKBP Yudhis Wibisana, Jumat (28/2/2020). Ia mengatakan, penangkapan bermula dari keluhan korban ke pihak kepolisian. Korban merasa terancam dengan aksi yang dilakukan oleh terduga.
“Pelaku meminta uang kepada pelapor atas nama Azizul Alfarabi. Dia ini karyawan PT Wastec, korban diminta uang sebesar Rp 200 juta,” kata Kapolres.
Ia menambahkan, atas kejadian ini polisi mengamankan uang diduga hasil pemerasan pelaku sebesar Rp 30 juta dan mobil Daihatsu Xenia warna hitam.
“Saat ini keempatnya udah kami amankan di Polres Cilegon,” tambahnya.
Mengenai hal ini, Koordinator Kelompok Kerja Wartawan Harian Cilegon (PWHC) Irfan Lutfi, menyayangkan adanya insiden yang telah membawa nama buruk profesi wartawan.
Menurut Irfan, ia meyakini jika terduga yang terlibat pemerasan berasal dari media yang belum terdaftar pada Dewan Pers.
“Ini citra buruk untuk pekerjaan jurnalis. Karena tidak diperbolehkan untuk memeras bahkan menekan siapapun untuk menguntungkan diri sendiri,” pungkasnya. (Ully/Red)

