Walikota Cilegon, Helldy Agustian, jajaran forkopimda dan DKPP Kota Cilegon menghadiri kegiatan panen padi bersama di areal persawahan di Lingkungan Seruni, Kelurahan Kedaleman, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, Senin (6/9/2021). Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Produksi gabah kering di Kota Cilegon sepanjang tahun 2021 masih belum mencapai target. Hingga Juli tahun ini, target baru mencapai 7.173 ton dibawah target Kementerian Pertanian RI sebanyak 12.412 ton.

Sekretaris DKPP Kota Cilegon Damanhuri mengatakan, ada beberapa faktor yang membuat produksi gabah kering belum mencapai target. Pertama, produksi dipengaruhi oleh kurangnya irigasi saat penanaman padi.

Kemudian, produksi juga dipengaruhi banyaknya ahli fungsi lahan pertanian ke industri. Kemudian ada juga karena terkendala akses permodalan, SDM (sumber daya manusia) petani yang semakin berkurang.

“Inilah yang membuat gabah kering di Cilegon masih belum mencapai target. Apalagi, dari total 2.500 hektar lahan pertanian di Cilegon yang tersisa hanya 1.600 hektar pertanian yang masih ada,” kata Damanhuri saat kegiatan program panen padi bersama DKPP di area persawahan di Lingkungan Seruni, Kelurahan Kedaleman, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, Senin (6/9/2021).

Baca juga  Sejumlah Elit Politik Hadiri Pelantikan Partai Beringin Karya Cilegon

Damanhuri menyatakan, Cilegon dengan capaian tersebut hanya mampu memenuhi persediaan 20 persen. Sementara, kebutuhan beras dalam 1 bulan mencapai 50 ton.

“Kita baru bisa memenuhi kebutuhan untuk warga Cilegon 20 persen saja,” ujarnya.

Sejauh ini terdapat dua kecamatan di Kota Cilegon yang mampu mengembangkan komunitas padi. Yaitu, Kecamatan Cibeber dan Kecamatan Jombang. Untuk Kecamatan Jombang memiliki luas lahan sawah seluas 310,4 hektar dan Kecamatan Cibeber sebanyak 214,2 hektar.

Menanggapi hal ini, Walikota Cilegon, Helldy Agustian, tak menampik produksi belum tercapai karena lahan pertanian di Cilegon terus berkurang. Lahan berkurang karena berubah fungsi menjadi lahan industri. Ke depan ia berharap target bisa tercapai dan juga eksistensi petani bisa dijaga dan lebih dilindungi.

Baca juga  KPU Cilegon Tindak Lanjuti PAW Anggota DPRD Meninggal Dunia

“Kondisi seperti ini tidak hanya terjadi di Cilegon tapi di beberapa daerah pun mengalami kondisi seperti ini. Ke depan, nanti kita akan bahas apakah perlu dibuatkan perwal (peraturan walikota) arau Perda (Peraturan Daerah). Nanti kita akan petakan mana saja lahan untuk industri dan pahan pertanian,” tegas Helldy. (Ully/Red)