20.1 C
New York
Kamis, April 30, 2026
BerandaPemerintahanProdusen Tempe di Cilegon Kompak Naikan Harga

Produsen Tempe di Cilegon Kompak Naikan Harga

-

CILEGON, SSC – Produsen tahu dan tempe sepakat untuk menaikan harga. Menaikan harga ini salah satu upaya untuk menyiasati melonjaknya harga bahan baku kedelai yang sudah terjadi sejak 28 Desember 2020 lalu.

Salah satu produsen tempe yang berlokasi di Lingkungan Nyikambang, Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Jombang, Tarlani tidak ada pilihan lain dengan menaikan harga tempe yang akan dijualnya. Kenaikan harga berkisar Rp 5.00 hingga Rp 1.000 per ukuran.

“Mau gimana lagi harus kita naikan. Karena harga kedelainya aja menembus Rp 900 ribu hingga Rp 950 ribu per kwintalnya. Sebelumnya kedelai naik hanya sekitar Rp 700 hingga Rp 750 ribu,” kata Tarlani kepada awak media ditemui di lapaknya,” Senin (4/1/2021).

Ia menambahkan, setelah harga naik, para produsen berjanji ukuran tahu tempe tidak akan menciut.

“Kami akan menaikkan harga saja, volumenya tetap. Kan kalau sekarang lebih tipis atau mengurangi ukuran itu karena belum ada kesepakatan, sementara bahan bakunya sudah naik duluan, naikknya drastis,” tambahnya.

Senada dengan Tarlani, produsen tahu lainya, Maksun tak ada jalan pilihan lain dengan menaikan harga tahu yang diolahnya. Sebab, harga bahan baku kedelai naik luar biasa.

“Mau gimana lagi Mba. Kalau nanti harga kedelainya masih naik otomatis naik lagi harga tempenya,” ujarnya.

Ia menuturkan, saat ini tempe kotak ukuran kecil dijual seharga Rp 3.500 dan diperkirakan naik menjadi Rp 4.000 Sementara tempe kotak ukuran besar yang biasanya dijual Rp 5.500 naik menjadi Rp 6.000 Sedangkan tahu isi sepuluh yang harga biasanya sebesar Rp 3.000 menjadi Rp 3.500.

“Banyak sih yang ngeluh karena harganya naik banget. Tapi mau gimana lagi. Kalau kita gak naikin harganya yang rugi kita juga. Semoga aja kenaikan harga ini gak berlangsung lama,” tuturnya. (Ully/red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen
- Advertisment -DEWAN 2