Lokasi proyek lanjutan pembangunan Jalan Lingkar Utara (JLU) Kota Cilegon, belum lama ini. Foto Dokumentasi

CILEGON, SSC – Pembebasan lahan untuk Jalan Lingkar Utara (JLU) masih belum sepenuhnya terealisasi. Akibatnya, kegiatan mega proyek Pemkot Cilegon ini menyumbang Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) hingga mencapai kurang lebih Rp 136 miliar di 2019.

Hal ini terungkap dalam hasil rapat Paripurna Penetapan Raperda Menjadi Perda Tentang Pertanggung Jawaban dam Pelaksanaan APBD 2019.

Walikota Cilegon Edi Ariadi tak menampik faktor yang mendasari banyaknya Silpa 2019 akibat tidak terselesaikannya pembangunan JLU oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU-TR) Kota Cilegon.

“Sama saja kayak tahun ke tahun itu. Proyek JLU yang menyebabkan Silpa terjadi di 2019. Berdoa aja 2020 tidak gagal lelang lagi, gagal lelang lagi,” kata Edi kepada Selatsunda.com di temui di Kantor DPRD Kota Cilegon,” Senin (13/7/2020).

Baca juga  Tak Serahkan PSU, Pengembang Perumahan di Kota Serang Terancam Sanksi Pidana

Ia menuturkan, pemkot dalam upaya agar tidak menimbulkan silpa di 2020 meminta kebijakan dan bantuan ke Kepala BPN Banten (Andi Tenri Abeng,red) untuk membantu Kota Cilegon untuk merealisasikan pembangunan JLU (Jalan Lingkar Utara).

“Saya barusan udah tandatangan surat ke Ka Kanwail BPN Banten. Kita minta perencanan proyek JLU tidak dari awal lagi. Apalagi coba yang harus ditempuh? Apprasial udah, musyawarah ke masyarakat juga udah, jangan juga kembali dari nol lagi. Mudah-mudahan BPN dapat bantu Pemkot Cilegon. (Ully/Red)