Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon Dana Sujaksani ditemui diruangan kerjanya, Senin (13/7/2020). Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Insentif untuk kurang lebih 100 tenaga medis yang menangani Covid-19 di Kota Cilegon hingga saat ini masih belum dibayarkan. Hal ini terjadi ini karena belum adanya pencairan dari Bantuan Keuangan (Bankue) Provinsi Banten.

“Untuk intensif tenaga medis Covid-19 Kota Cilegon memang belum cair dari Provinsi Banten. Prinsipnya, tim medis kami (Kota Cilegon masih menunggu kepastian dan penjelasan dari Provinsi Banten dalam hal ini,” kata Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon Dana Sujaksani kepada Selatsunda.com saat ditemui di ruang kerjanya,” Senin (13/7/2020).

Dana menjelaskan, ratusan tenaga medis
Covid-19 ini terdiri dari tenaga medis yang berada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)  dan tenaga medis yang tersebar di 8 Puskemas.

“Kalau di total-total adalah lebih 100 tenaga medis khusus Covid-19 di Kota Cilegon,” jelas Dana.

Ia menjelaskan, Pemkot Cilegon untuk insentif tersebut sebelumnya telah  mengajukan anggaran Rp 5,4 miliar.

“Kalau bersumber dari Bankue udah kita ajukan sebesar Rp 5,4 miliar ke provinsi. Meski intensif para tim media belum cair, Tim Kesehatan kita tetap semangat melayani pasien Corona karena ini menyangkut persoalan kesehatan,” pungkas Dana.

Sementara, Kepala Puskesmas Pulomerak Isnayati menuturkan hingga saat ini pihaknya masih menunggu pencairan insentif dari Provinsi Banten.

“Iyah benar apa yang disampaikan oleh Pak Plt Dinkes Cilegon (Dana Sujaksani,red). Meski isentif bagi tenaga medis hingga saat ini belum dibayar oleh Pemprov Banten, tidak menurunkan semangat para tim medis di Puskesmas Pulomerak dalam merawat para pasien Covid-19 di Kota Cilegon,” jelasnya.

Isnayati mengaku, tim medis yang hingga saat ini menunggu pembayaran isentif dari Pemprov Banten meliputi, tim dokter, perawat/bidan dan tim yang memantau pasien Covid-19. (Ully/Red)