Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM Serang Raya melakukan aksi unjuk rasa di Kejati Banten mendesak kasus korupsi di Banten diusut tuntas, Rabu (02/06/2021). Foto Istimewa

SERANG, SSC – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM Serang Raya melakukan aksi unjuk rasa di Kejati Banten, Rabu (02/06/2021). Dalam aksi, mahasiswa memberikan dukungan kepada Kejati bersikap profesional mengusut tuntas sejumlah kasus korupsi baik kasus dugaan pengadaan masker, hibah ponpes dan pengadaan lahan Samsat Malingping.

Mahasiswa meminta agar kejaksaan berani membongkar aktor intelektual korupsi yang terjadi di Banten.

“Agar Kejati bisa secara profesional dan proporsional, bisa mengungkap kasus yang ada di Banten, kasus masker, hibah dan pengadaan lahan Samsat Malingping. Agar Kejati tidak mudah di intervensi,” ungkap salah satu massa aksi, Pirdian.

Dalam tuntutan, mahasiswa juga mendesak Kejati memeriksa 20 pegawai Dinkes yang mengundurkan diri imbas digarapnya kasus dugaan korupsi pengadaan masker. Mereka menilai, para pegawai dianggap mengetahui informasi berharga terkait pengadaan. Karena dalam surat pengunduran diri mereka tertulis adanya intimidasi dan ketidak nyamanan dalam bekerja.

Baca juga  Tahun 2024, Pemkot Cilegon Usulkan 300 Formasi PPPK

“Maka ini harusnya dilakukan pemanggilan terhadap 20 orang tersebut, sehingga terang benderang perkara masker ini, akhirnya kita bisa sama-sama membongkar siapa aktor intelektual nya,” tegasnya.

Pirdian mengungkapkan, pengunduran diri para pegawai menyiratkan tanda tanya besar dan kejanggalan. Oleh karena itu, kata dia, informasi sekecil apapun sudah seharusnya diterima oleh Kejati, untuk mengusut korupsi yang merugikan keuangan negara hingga Rp 1,680 miliar itu.

“Pasti ada persoalan besar, kalau mereka merasa nyaman, mereka tidak akan melakukan pengunduran diri massal,” paparnya. (Ronald/Red)