Ratusan pegawai di kantor Walikota Cilegon menjalani rapid test massal di Aula Setda II Kota Cilegon, Kamis (10/9/2020). Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Ratusan pegawai di kantor Walikota Cilegon menjalani rapid test massal di Aula Setda II Kota Cilegon, Kamis (10/9/2020). Rapid test ini dilakukan sebagai antisipasi terjadinya klaster baru di lingkup Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemkot Cilegon.

Pantauan Selatsunda.com, para pegawai yang mengikuti rapid test diikuti mulai dari Office Boy, staf hingga pejabat eselon II. Rapid test digerlar pada pukul 08.00 WIB.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinkes Kota Cilegon Dana Sujaksani mengatakan, rapid tes digelar meindaklanjuti hasil rapat evaluasi pada Selasa (8/9/2020) lalu. Ia melanjutkan, pemeriksaan terhadap ASN ini dilakukan untuk mencegah Covid-19 yang kasusnya di Cilegon kian tak terkendali.

Baca juga  Mobilitas Kerja Tinggi, Anggota Dewan di Cilegon Berpotensi Terserang Penyakit Jantung dan Kolesterol

“Rapid test ini sudah sesuai arahan Walikota Cilegon Edi Ariadi pada rapat evaluasi Covid-19 (virus corona) yang digelar belum lama ini. Apalagi, sampai saat ini jumlah pasien covid-19 terus melonjak. Jadi harus kita kendalikan penyebaran covid-19 ini,” kata Dana di temui sela-sela rapid test.

Masih kata Dana, rapid test massal ini tidak hanya berlaku untuk pegawai di lingkup Kantor Walikota Cilegon, tetapi akan dilaksanakan ke seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Lingkup Pemkot Cilegon.

“Karena jumlah pegawai kami hampir 4 ribu pegawai maka nanti sistemnya akan didatangi ke setiap OPD pegawai Dinkes. Pegawai yang di rapid mereka yang bertugas pada pelayanan langsung kepada masyarakat akan diprioritaskan karena dinilai rentan kontak langsung dengan masyarakat,” kata Dana.

Baca juga  Ini Besaran UMK 2022 Yang Ditetapkan oleh Gubernur Banten

Hasil dari tes ini, lanjutnya, akan menjadi acuan pemerintah dalam mengeluarkan kebijakan berkaitan dengan para pegawai. Jika reaktif, pegawai yang bersangkutan harus diisolasi mandiri.

“Hasil ini akan menjadi peta mana yang harus diisolasi mana yang bekerja seperti biasa,” tuturnya.

Untuk itu, Dinkes menginstruksikan seluruh pegawai mengikuti rapid test tersebut demi kepentingan bersama.

“Ini bukan untuk kepentingan sendiri tapi untuk lingkungan yang bersangkutan,” ujarnya. (Ully/Red)