20.1 C
New York
Minggu, Mei 3, 2026
BerandaPeristiwaRefleksi Akhir Tahun 2021, DPRD Cilegon Sebut Kinerja Helldy-Sanuji Belum Banyak Perubahan

Refleksi Akhir Tahun 2021, DPRD Cilegon Sebut Kinerja Helldy-Sanuji Belum Banyak Perubahan

-

CILEGON, SSC – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon memberikan catatan akhir tahun 2021 kepada kepemimpinan Walikota dan wakil Walikota Cilegon, Helldy Agustian-Sanuji Pentamarta.

Menurut Ketua DPRD Kota Cilegon Isro Mi’raj, kepemimpinan Helldy-Sanuji sepanjang 2021 masih belum menunjukan banyak perubahan yang diberikan kepada masyarakat Kota Cilegon.

Ia menyebut, janji politik yang digaungkan selama Pilkada 2020 belum terlihat dengan realiasasi yang ada saat ini. Implementasi dari janji politik itu sendiri dinilai Isro justru berjalan tidak terarah.

“Tentunya kami sebagai fungsi kontrol melihat belum ada janji kampanye yang terealisasi. Slogan yang pernah mereka gaungkan tentang perubahan semestinya harus terealisasi. Tapi, kenyataanya kami melihat masih carut-marut,” kata Isro kepada Selatsunda.com ditemui di Kantor DPRD Cilegon, Belum lama ini.

Lantaran tidak terarah, kembali kata Isro, banyak OPD yang bekerja menjalankan tugasnya masing-masing seperti tanpa arah yang jelas.

“Seperti di internal mereka sendiri, kami melihat masih berjalan sendiri dalam menjalankan roda pemerintahan,” terangnya.

DPRD sebagai fungsi kontrol, lanjutnya, meminta agar Helldy-Sanuji dapat menuntaskan janji politiknya. Dalam refleksi akhir tahun itu, ia menyindir Helldy-Sanuji jangan sekedar melakukan pencitraan di setiap kegiatan di OPD tetapi dapat menempati janji politik kepada masyarakat.

“Kami minta jangan hanya nyanyi-nyanyi di depan publik tapi realisasikan janji kampanye yang sudah disampaikan saat Pilkada 2020 lalu,” kata Isro.

Senada dengan Isro, Anggota DPRD Kota Cilegon, Fathurohmi juga menagih janji kampanye Helldy-Sanuji terkait pemenuhan 25.000 lapangan kerja serta bidang kesehatan yang hingga saat ini masih sulit terealisasi.

“Ini dapat dilihat dari masih belum turunnya jumlah Pengangguran Terbuka Kota Cilegon yang masih stagnan di 12,69 persen,” kata Fatuhrohmi.

Bilamana belum ada upaya yang signifikan dari Helldy-Sanuji, masih kata Fatuhromi maka kemungkinan besar angka pengangguran masih tidak banyak perubahan ditengah situasi pandemi Covid-19 yang sampai saat ini masih belum mereda.

“Belakangan sepanjang 2021 ini, kami melihat banyak terjadi PHK,” ujarnya.

Selain program lapangan kerja, Politisi Partai Gerindra ini juga menyorot belum terlihat implementasi program beasiswa full sarjana akan sulit terealiasi.

“Realisasi program beasiswa full sarjana juga belum terlihat hasilnya. Bahkan terkesan tidak transparan,” tuturnya.

Ketua Komisi II DPRD Cilegon ini juga menyinggung persoalan di bidang sosial. Menurut dia, masih lemahnya integerasi data penerima bantuan sosial, menyebabkan terjadinya tumpang tindih data.

Kemudian, ia juga menyoroti realisasi Kartu Cilegon Sejahtera (KCS) yang saat ini masih banyak di tunggu masyarakat, khususnya masalah bantuan modal UMKM.

“Tentu untuk merealisasikan program tersebut, perlu adanya kesungguhan dan kebersamaan Walikota dan Wakil Walikota dalam memimpin seluruh perangkat daerah. Kekompakan itu penting dilakukan agar program-program pemerintah yang ditunggu masyarakat Kota Cilegon bisa terealisasi secara maksimal,” ujarnya.

Sementara itu, Walikota Cilegon, Helldy Agustian saat di konfirmasi melalui pesan singkat whatshap maupun telepon masih belum menjawab. (Ully/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen
- Advertisment -DEWAN 2