
CILEGON, SSC – Pemerintah Kota Cilegon menyatakan akan menindak lanjuti Hasil Reses II Anggota DPRD Cilegon Masa Persidangan III Tahun 2026. Diketahui hasil reses itu menyerap aspirasi berbagai permasalahan mulai dari persoalan infrastruktur yang sebabkan banjir, jalan rusak, sekolah rusak hingga penerangan jalan umum yang masih minim.
“Jadi banjir, sekolah, jalan, seluruh aspirasi Anggota DPRD Cilegon masuk ke dalam pokok pikiran, tentunya akan kami tindak lanjuti dan koordinasi dengan OPD terkait ada beberapa hal yang menjadi atensi. Dari infrastruktur jalan, lingkungan, dari sektor pendidikan juga sekolah, kemudian pasca banjir,’ ujar Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon, Aziz Setia Ade Putra diwawancara Selatsunda.com usai Rapat Paripurna di DPRD Kota Cilegon, Jumat (16/3/2026).
Terkait banjir yang belum lama ini terjadi, Aziz menjelaskan, Pemkot telah melakukan beberapa langkah penanganan. Terdapat beberapa drainase dan sumur resapan yang kembali dioptimalkan.
“Ada beberapa infrastruktur dan drainase kemudian sumur-sumur resapan yang kita optimalkan kembali. Kita normalisasikan, kita update kembali sehingga dimensi-dimensi bisa diperbesar lagi,” terang Aziz.
Ia menyatakan, banjir beberapa waktu lalu khususnya yang terparah di Kompleks Metro Cilegon terjadi karena beberapa sebab. Selain intensitas hujan yang tinggi, terdapat saluran drainase milik pengelola tol yang dinilai sempit.
Ia mengaku bersama Walikota Cilegon Robinsar telah melakukan survei di lapangan. Rencananya Pemkot akan mengajukan surat ke Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) untuk bermohon dilakukan perbaikan drainase yang melintas di jalan tol.
“Memang ada beberapa, salah satunya itu. Memang faktor cuaca yang cukup ekstrem, kemudian salah satu penyebabnya juga di hilirnya. Kemarin banjir yang paling parah itu, di Kompleks Metro. Ternyata di Kompleks Metro ada saluran yang melewati jalan tol,” paparnya.
“Kita sudah survei bersama Pak Wali termasuk juga dengan penyelenggara jalan tol. Dan rencana setelah Lebaran kami akan bersurat ke BPJT, agar itu bisa ditindaklanjuti. Karena kami pun harus melebarkan saluran juga yang mengarah ke jalan tol,” sambung Aziz.
Menurut Aziz, perbaikan dengan pelebaran baik di saluran drainase yang menjadi kewenangan Pemkot dan juga pengelola tol, harus disinkronkan. Itu demi meminimalisir banjir.
“Sehingga ini bisa sinkron lah. Antara kami sudah dilebarkan dan di tol dilebarakan. Sehingga ini bisa meminimalisir banjir khususnya di wilayah Kompleks Metro,” terangnya.
Selain banjir, Aziz juga menyinggung akan menindak lanjuti jalan rusak. Pemkot agar jalan tidak rusak akan meningkatkan pengawasan.
“Semua kita akan tidak lanjuti. Apalagi jalan truk, (pengawasan) itu kegiatan rutin kami yang harus bisa memelihara kondisi jalan dalam keadaan baik dan bagus lah,” terangnya.
Begitu pun dengan beberapa sekolah yang rusak. Terutama SDN Citangkil Baru dan SDN Krenceng 2 yang menjadi atensi pada Reses Dewan. Untuk menindak lanjuti itu, kata Aziz, Pemkot akan segera membuat perencanaan. Bila memungkinkan, perencanaan perbaikan akan dimulai dengan pembuatan Detail Engineering Design (DED) pada anggaran perubahan tahun ini.
Sekolah juga sama, karena ini kaitan dengan dinas pendidikan, apakah sudah ada perencanaannya, kalau belum mungkin di perubahan anggaran bisa kita tindak lanjuti dengan DED. Kalau tidak memungkinkan di awal 2027, diawali dengan DED, Mudah-mudahan bisa tahun yang sama, kita bisa anggarkan juga dengan fisik,” pungkasnya. (Ronald/Red)




