20.1 C
New York
Sabtu, Mei 2, 2026
BerandaPeristiwaRespon Investor China, Pemkot dan DPRD Cilegon Bahas Skema Kerja sama Tukar...

Respon Investor China, Pemkot dan DPRD Cilegon Bahas Skema Kerja sama Tukar Guling Lahan

-

CILEGON, SSC – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon dan DPRD Cilegon membahas skema kerja sama merespon kedatangan investor asal Provinsi Guangdong, China yang akan berinvestasi di Kota Cilegon.  Hal ini terungkap dalam RDP (Rapat Dengar Pendapat) antara Komisi I DPRD Kota Cilegon dan Satuan Tugas (Satgas) PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kota Cilegon di Aula Rapat DPRD Kota Cilegon.

Dalam rapat ini, Pemkot dan DPRD Cilegon membahas rencana tukar guling aset untuk pemanfaatan lahan milik Pemkot Cilegon yang ada di wilayah Kabupaten Serang.

Plt Asisten Daerah (Asda) II Setda Kota Cilegon, Aziz Setia Ade megatakan, lahan yang aka dikerja samakan ini berada di wilayah Kabupaten Serang tepatnya di Desa Pamengkang. Lahan itu memiliki luas sebanyak 19 hektar dan 3,6 hektar berada di Kampung Terate, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang.

“Ada lahan milik Pemkot Cilegon seluas 19 hektare di Desa Pamengkang dan 3,6 hektare di Kampung Terate, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang. Tapi karena lokasinya di luar wilayah administrasi Cilegon, kita tidak bisa memanfaatkannya langsung,” kata Aziz usai rapat dengar pendapat di Ruang Komisi I DPRD Kota Cilegon, Senin (16/6/2025).

Aziz menerangkan, system tukar guling lahan ini dilakukan dengan saling bertukar lahan. Nantinya investor akan mendapatkan lahan Pemkot di Kabupaten Serang, sedangkan Pemkot Cilegon akan menerima lahan penganti di Kecamatan Ciwandan yang dianggap sangat potensial dalam pengembangan kawasan industri atau pergudangan.

“Kalau bisa diganti dengan lahan di Ciwandan, itu sekaligus menyelesaikan persoalan batas antara permukiman dan industri. Kita ingin lahan pengganti itu benar-benar bisa mendukung kepentingan daerah,” ujarnya.

Selain tukar guling lahan, skema lainnya juga terkait rencana kerja sama dalam pengembangan kawasan pelabuhan Warnasari. Saat ini, kendala yang dihadapi yakni, pembangunan akses jalan. Karena akses jalan tersebut berada di area kawasan industry PT Krakatau Steel.

“PCM sudah ditawarkan, tapi masih ada kendala akses jalan. Kami harap Komisi I bisa bantu fasilitasi agar PT Krakatau Steel memberi izin pembukaan jalan menuju kawasan industri,” tambahnya.

Aziz menegaskan bahwa potensi investasi dari pihak Cina mencakup beragam sektor, mulai dari industri berat, pengolahan limbah B3, pengembangan Jalan Lingkar Utara (JLU), hingga sentra logistik.

 

Ia juga memastikan semua skema pemanfaatan aset akan dilakukan secara legal.

“Sudah ada legal opinion dari Kejari. Jadi setiap langkah yang kami ambil tetap berdasarkan aturan hukum yang berlaku,” katanya.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Kota Cilegon, Ahmad Hafid, menyampaikan komitmen legislatif dalam mengawal rencana investasi ini.

Ia mengungkapkan bahwa minat investasi dari organisasi pengusaha asal Guangdong, China, bukan sekadar wacana.

“Alhamdulillah, tadi kami bersama Satgas Investasi dan PAD telah membahas tindak lanjut ketertarikan pihak Guangdong untuk berinvestasi di Cilegon,” ucap Hafid.

Ia mengakui bahwa aset yang dimiliki Pemkot saat ini kurang strategis secara geografis. Karena itu, pihaknya ikut menyiapkan alternatif lokasi yang lebih cocok dan sesuai dengan rencana tata ruang wilayah (RT/RW) Cilegon.

“Kami akan terus kawal proses ini dan menawarkan opsi terbaik agar mereka benar-benar tertarik berinvestasi di Cilegon. Di antaranya pembangunan pergudangan, kawasan industri BCM, serta pembangunan jeti dan pelabuhan,” jelasnya.

Namun, Hafid menyoroti kendala akses menuju Pelabuhan Warnasari.

“Kami akan segera buatkan surat pemanggilan agar persoalan akses ini bisa segera dituntaskan. Termasuk mengkaji kembali MoU antara Pemkot dan PT KS yang terkait akses tersebut,” tegas Hafid.

Ia optimistis bahwa hambatan yang sudah bertahun-tahun mengganjal investasi di Cilegon bisa diselesaikan di periode ini.

“Insya Allah, ini kelar di periode ini. Jangan putus asa, kita harus yakin. Dan keyakin itu modal awal kita untuk mendorong Cilegon menjadi kota tujuan investasi,” tutupnya. (Ully/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen
- Advertisment -DEWAN 2