Walikota Cilegon, Helldy Agustian memberi sambutan dalam Kegiatan Beasiswa Full Sarjana Fair 2023 yang digelar di Rumah Dinas Walikota Cilegon, Kamis (21/12/2023). Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Cilegon tiap tahunnya merealisasikan program beasiswa full sarjana. Saat Walikota Helldy Agustian menjabat hingga saat ini beasiswa full sarjana telah diberikan kepada 3.000 penerima beasiswa yang seluruhnya merupakan warga Kota Cilegon.

Hal ini terungkap dalam kegiatan Beasiswa Full Sarjana Fair 2023 yang digelar di rumah dinas Wali Kota Cilegon, Kamis (21/12/2023) pagi tadi.

Walikota Cilegon, Helldy Agustian mengatakan, 3.000 mahasiswa yang menerima bantuan beasiswa full sarjana ini berasal dari tiga angkatan. Yakni, di 2021 sebanyak  523 orang, 2022 sebanyak 1.208 orang dan di 2023 sebanyak 1.269.

“Untuk tahap ketiga ini, kami (Pemkot) Cilegon telah memberikan 3.000 beasiswa full sarjana untu masyarakat Kota Cilegon. Program Beasiswa Full Sarjana sebagai upaya dalam mengurangi angka pengangguran,” kata Helldy.

Helldy menjelaskan, Pemerintah Kota Cilegon dalam merealisasikan program tersebut mengalokasikan anggaran sebesar Rp 120 miliar untuk 5.000 orang atau Rp 3 juta tiap semester.

“Saya meminta program beasiswa Full Sarjana ini, Dindikbud Kota Cilegon  bisa memonitor semua Angkatan, angkatan kesatu hingga angkatan ketiga,” jelas Helldy.

Helldy berharap program tersebut bisa berjalan dengan baik dan melahirkan sumber daya manusia yang berdaya saing.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Cilegon, Heny Anita Susila, menjelaskan, penerima beasiswa full sarjana telah sesuai dengan target.

“Target per tahun seribu orang, pak Wali menjabat dari 2021, 2022, dan sekarang 2023 sudah mencapai tiga ribu orang. Targetnya kan lima ribu di 2025, insya Allah target bisa kita raih,” ujar Heny.

Menurut Heny, selain di dalam negeri, penerima beasiswa full sarjana pun ada yang kuliah di luar negeri seperti Mesir dan Yaman.

Semua penerima beasiswa dipastikan berasal dari Kota Cilegon, karena salah satu syarat adalah KTP Kota Cilegon.

Pada tahun 2023 ini, kata Heni, ada sejumlah mahasiswa asal Cilegon yang kuliah di luar negeri mendapatkan program tersebut.

“Tahun ini ada 5 orang mahasiswa yang belajar di Al Azhar Kairo, kemudian Yaman yang juga mendapatkan bantuan beasiswa full sarjana,” katanya.

Dalam beasiswa itu, para mahasiswa sama-sama mendapatkan bantuan berupa uang sekira Rp 3 juta per semester.

Sejauh ini, Heni menyebut sudah ada 24 universitas yang telah bekerja sama dengan Pemkot Cilegon untuk memberikan program full sarjana.

“Di antaranya ada 3 perguruan tinggi negeri, 21 perguruan swasta di Banten termasuk yang ada di DKI Jakarta, sedangkan untuk yang jalur mandiri, itu diperbolehkan disemua perguruan tinggi di Indonesia ataupun di luar Indonesia,” pungkasnya. (ADV)