20.1 C
New York
Sabtu, Februari 21, 2026
BerandaPemerintahanRobinsar-Fajar Evaluasi Program 100 Hari Kerja, Ini progressnya

Robinsar-Fajar Evaluasi Program 100 Hari Kerja, Ini progressnya

-

CILEGON, SSC – Walikota Cilegon dan Wakil Walikota Cilegon, Robinsar-Fajar Hadi Prabowo menggelar evaluasi capaian program 100 hari kerja masa kepemimpinan mereka yang berjalan hampir tiga bulan.

Menurut, Walikota Cilegon, Robinsar, dari hasil evaluasi yang dilakukan, hingga saat, ini progress program 100 hari kerja sudah mencapai 89 persen. Atau dari 57 program yang akan direncanakan, 51 program telah terealisasi.

“Awal kita (Robinsar-Fajar Hadi Prabowo) menjabat, kita sudah punya listing yang memang harus kita capai dalam 100 hari kerja. Dari listing yang sudah kita buat, capaian program 100 hari sudah mencapai 89 persen. Adapun yang tidak tercapai ini, karena terkendala adanya perubahan anggaran dan lain-lain,” kata Robinsar kepada Selataunda.com usai rapat evaluasi program 100 hari yang digelar di Aula Setda II Lingkup Pemkot Cilegon, Rabu (21/5/2025).

Robinsar menjelaskan, dalam menjalankan program 100 hari tersebut memang dibutuhkan proses anggaran. Terlebih lagi, dalam proses pembangunan juga membutuhkan anggaran.

“Kalau menggunakan anggaran di perubahan otomatis program 100 hari kerja lewat. Mungkin bukan di anggaran perubahan. Tapi karena butuh proses. Karena dalam membangun apapun pasti butuh proses. Kita (Pemkot Cilegon) kini sedang fokus dalam membayar hak-hak mereka dulu. Kita tidak mungkin menahan atau menomor sekiankan hak mereka. Jadi jujur, ini karena keterbatasan fiskal juga jadi kita lebih ke skala prioritas,” jelas Robinsar.

Politisi Partai Golkar menyampaikan, saat ini Pemkot Cilegon tengah dalam keterbatasan fiskal usai menyelesaikan pembayaran hutang ke pihak ketiga hingga membayar honor.

“Mencari anggaran memang ga semudah itu. Tapi memang harus timing. Tapi tetap kita siapkan juga. Tapi prinsipnya aman kalau untuk program, karena hutang udah beres 97 persen hanya tinggal 3 persen kita fokus hari ini kepada program prioritas,” ujar Robinsar.

Ia mengaku optimis, semua program 100 hari kerja bisa semua tereksekusi. Meskipun, ada beberapa kegiatan tidak bisa maksimal mengingat budgeting sudah terpotong.

“Tapi, Insa Allah tahun depan kita maksimalkan.  Karena ada sebagian kegiatan ada perubahan atau refocusing anggaran,” harapnya.

Senada dengan Robinsar, Ketua Pokja 1 Bidang Pemerintahan dan Kesra sekaligus Plt Asda 1 Setda Kota Cilegon, Ahmad Aziz Setia Ade Putra       juga membenarkan dari 57 program 100 hari kerja, sudah 46 kegiatan sudah selesai dikerjakan, 6 kegiatan yang akan di launching dan 6 kegiatan yang tidak bisa terealisasi.

“Agenda Pak Wali (Robinsar) itu ada 57 program prioritas. Sampai di 23 Mei 2025, sudah ada 51 kegiatan yang bisa diselesaikan. 6 kegiatan tidak bisa selesai karena terkendala proses karena belum ada proses perencanaan,” jelasnya.

Adapun 6 kegiatan tersebut, yakni, kolaborasi penanganan kebakaran (Percepatan Response Time) di Wilayah Ciwandan, launching “Reaksi Cepat” penertiban & pemeliharaan drainase, peningkatan kualitas trotoar di kawasan gerbang Cilegon Timur, penyusunan Regulasi Pemilahan Sampah, kursus bahasa asing untuk calon pekerja migran dan peningkatan tata kelola dan akuntanbilitas Masjid Agung Nurul Ikhlas Kota Cilegon. (Ully/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen
- Advertisment -DEWAN 2