20.1 C
New York
Selasa, Februari 10, 2026
BerandaPemerintahanKondisi Kas Daerah Dipertanyakan Dewan, Begini Tanggapan BPKPAD Cilegon

Kondisi Kas Daerah Dipertanyakan Dewan, Begini Tanggapan BPKPAD Cilegon

-

CILEGON, SSC – Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPAD) Kota Cilegon menanggapi kondisi kas daerah saat ini yang dipertanyakan oleh Wakil Ketua II DPRD Kota Cilegon, Masduki. Kondisi kas daerah dipertanyakan lantaran Masduki menerima laporan program yang ada di kelurahan dan kecamatan di Kota Cilegon tersendat alias belum berjalan optimal akibat anggaran.

Kepala BPKPAD Kota Cilegon, Dana Sujaksani, mengungkapkan, pihaknya tidak memiliki maksud untuk menahan belanja. Tetapi, saat ini masih regulasi terbaru yang belum sepenuhnya tuntas.

“Kami kira nanti akan kami klarifikasi ke DPRD bagaimana kondisinya. Yang jelas bahwa kita tidak menahan-nahan belanja kita. Tetapi kita harus ikuti regulasi yang ada yang belum clear,” ujar Dana kepada awak media di Kantor Pemkot Cilegon, Rabu (21/5/2025).

Dana menjelaskan, kondisi keuangan daerah saat ini. Hingga awal Mei 2025, pendapatan daerah telah mencapai sekitar Rp700 miliar atau 30,60 persen dari target Rp2,2 triliun. Sedangkan, untuk belanja baru terserap sebesar Rp584 miliar atau 25,13 persen.

“Tadi saya katakan, keuangan pendapatan masuk 30 persen dan belanja 25 persen, masih ada spare 5 persen,” terangnya.

Dijelaskan Dana, penyerapan belanja memang pada awal tahun difokuskan pada kebutuhan rutin seperti pembayaran gaji dan honor RT/RW. Namun, untuk terkait belanja pekerjaan fisik dan program lainnya, masih terdapat kendala teknis. Diantaranya terkait proses lelang dan penyesuaian terhadap sistem LPSE versi terbaru.

“Kenapa belum dibayarkan? Karena masih proses. Lelang masih proses, kemudian ada aturan terbaru LPSE versi enam yang belum clear,” paparnya.

Dana menerangkan, posisi kas daerah saat ini tepatnya hingga Triwulan II tergolong sehat. Meski memang pihaknya tetap hati-hati menjaga kondisi untuk kedepannya. Jangan sampai, saat belanja akan diserap tidak terdapat anggarannya.

“Yang jelas, pendapatan kita di awal Mei ini lebih besar dari belanjanya. Kita harus tetap waspada dari kondisi ke depan, kita atur manajemen kasnya, jangan sampai pas nanti kita ada kebutuhan, kita nggak ada uang,” ucapnya. (Ronald/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen
- Advertisment -DEWAN 2