CILEGON, SSC – Rumah kontrakan dan kos-kosan di Kota Cilegon saat ini telah beralih fungsi. Hampir disetiap razia, petugas Dinas Satuan Pamong Praja (Satpol PP) Kota Cilegon mendapati 4 sampai 5 pasangan mesum atau yang kumpul kebo dalam satu kontrakan.

Demikian disampaikan Seketaris Dinas Satpoll PP Kota Cilegon, Sukroni mengatakan, rumah kontakan dan kost-kosan saat ini kerap disalahgunakan oleh pemiliknya untuk melakukan hal-hal yang negatif. Bahkan tak jarang, sering ditemukan terdapat pasangan yang kumpul kebo tinggal dalam satu rumah dan kontrakan.

“Keberadaan rumah kontrakan/kos-kosan menjadi sorotan. Sebab, keberadaan mereka itu cendrung disalahgunakan. Bahkan, setiap kali dilakukan razia Satpol PP pasti menemukan dan mengamankan pasangan mesum. Hal tersebut karena pemilik kontrakan tidak mampu melakukan kontrol terhadap kontrakannya, sehingga para pengontrak seringkali menyalahgunakan fungsi kontrak,” kata Sukroni kepada wartawan,” Senin (24/6/2019).

Ia menambahkan, selain dijadikan lokasi mesum dan protistitusi, keberadaan kontrakan dan kost-kosan juga disinyalir dijadikan tempat peredaraan miras dan narkoba.

“Ada 3 hal yang kita curigai dari keberadaan kontrakan dan kost-kostan. Yakni, masalah admintrasi kependudukan dari pemilik kontrakan dan kost-kosan yang enggan melaporkan keberadaan mereka. Kedua, kekhawatiran hal-hal negatif yang dilakukan oleh pemilik kontrakan. Ketiga, tidak adanya laporan dari pihak pemilik kontrakan dan kontrakan ke RT/RW,” tambahnya.

Sukroni menjelaskan, selain dijadikan tempat prostitusi, dikhawatirkan kontrakan dijadikan tempat pergerakan paham radikal atau terorisme. Hal tersebut dinilai sangat membahayakan. Oleh karena itu, warga diharapkan merespon untuk selalu memberikan laporan.

“Kita akan lakukan monitoring rutin, takutnya ada pergerakan yang membahayakan seperti teroris yang tidak bertanggungjawab,” pungkasnya. (Ully/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here