JAKARTA, SSC – PT Krakatau Steel (persero) Tbk melakukan perombakan pada jajaran direksi yang telah disepakati pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2018 di Financial Hall Graha Niaga, Jakarta, Jumat (26/4/2018). Dalam perombakan direksi ini terdapat dua nama baru. Direktur Produksi dan Teknologi yang sebelumnya dijabat Wisnu Kuncoro, kini diganti oleh Djoko Muljono. Selain itu, kursi Direktur Logistik dan Pengembangan Usaha yang dijabat Ogi Rodinho kini diganti oleh Melati Sarmita. Sementara Purwono Widodo yang sebelumnya menjabat Direktur Pemasaran kini menjabat Direktur Komersial.

Untuk kursi Direktur Utama dan jajaran komisaris tidak berubah. Kursi orang nomor 1 di KS ini masih ditempati oleh Silmy Karim. Begitu juga Direktur SDM, Rahmad Hidayat dan Direktur Keuangan, Tardi. Komisaris Utama masih dijabat I Gusti Putu Suryawirawan, Komisaris, Ridwan Djamaluddi, Dadang Kurnia dan Nanang Pamuji Mugasejati serta Komisaris Independen yakni Roy E Maningkas dan Nana Rohana.

Dirut KS, Silmy mengatakan, performa kinerja KS secara perlahan terus diperbaiki dari tahun ke tahun. Pada tahun 2018 lalu, pendapatan bersih mengalami kenaikan seiring dengan kenaikan jumlah volume penjualan. Pendapatan bersih meningkat 20,05 % YoY menjadi USD1.739,54 juta. Sementara, volume penjualan meningkat 12,84% yakni sebesar 2,144,050 ton baja  dibanding dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 1,900,075 ton.

“Sepanjang tahun 2018 lalu Perseroan cukup merasakan kenaikan harga jual produk baja. Secara rata-rata harga jual produk HRC meningkat 10,03% menjadi USD657/ton, CRC naik 6,72% menjadi USD717/ton, dan Wire Rod meningkat 15,03% menjadi USD635/ton. Ini adalah salah satu ciri bahwa pasar baja domestik membaik,” ungkap Silmy lewat rilis diterima selatsunda.com.

Sekalipun pendapatan bersih naik, perseroan masih mencatat rugi pada 2018 ini. Rugi bersih Perseroan tahun lalu tercatat USD74,82 juta. Nilai ini turun 8,48% jika dibanding dengan tahun 2017 mencapai USD81,74 juta.

Adapun langkah strategis untuk mempernaiki performa, perseroan telah menandatangani kesepakatan dengan sejumlah BUMN karya tentang penggunaan baja dalam negeri untuk proyek-proyek yang dijalankan oleh pemerintah. Seperti proyek pembangunan jalan tol layang Jakarta-Cikampek atau Japek II Elevated Toll Road, suplai baja Perseroan per Desember 2018 telah mencapai 151.090 ton.

Selain itu, Silmy juga menyinggung ada sentiment positif terkait keberhasilan dalam perpanjangan pengenaan Bea Masuk Anti Dumping (BMAD) terhadap produk impor Hot Rolled Coil (HRC). Saat ini juga, kata dia, Perseroan merencanakan menambah jumlah porsi penjualan ekspor yakni sebesar 650.000 ton HRC/P ke luar negeri.

Mengenai proyek pembangunan pabrik Hot Strip Mill #2 saat ini sudah mencapai 91,52% konstruksi fisik per 31 Desember 2018. Pabrik ini akan menghasilkan tambahan 1,5 juta ton per tahun produk HRC. Sementara proyek Blast Furnace sudah dilakukan penyalaan perdana pada 20 Desember lalu, dan saat ini sedang tahap persiapan uji coba (commissioning).

Transformasi bisnis di sisi internal, ia juga mengutarakannya. Perseroan terus melakukan berbagai upaya perbaikan kinerja baik penyelesaian proyek strategis, transformasi sales dan marketing, program efisiensi biaya melalui pola operasi yang optimal, optimalisasi aset, dan program restrukturisasi keuangan. Hal lain menyangkut program transformasi keuangan juga sedang ditata kembali. (Ronald/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here