Petugas menurunkan penumpang yang diduga pemudik dari kendaraan truk yang hendak masuk Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Rabu (12/5/2021). Foto Ronald/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Pemudik tidak habis-habisnya berusaha untuk bisa pulang kampung ke Pulau Sumatera melalui Pelabuhan Merak dengan berbagai macam cara. Dari beragam cara yang biasa dilakukan untuk mengelabui petugas di Pos Penyekatan, kali ini pemudik menggunakan modus baru dengan memalsukan surat kerja.

Dokumen tersebut dipalsukan seolah menjadi dokumen yang dipersyaratkan kepada pelaku perjalanan yang dibolehkan menyeberang dengan kepentingan urusan pekerjaan.

Kapolres Cilegon, AKBP Sigit Haryono mengatakan, modus tersebut ditemukan
di Pos penyekatan Gerem dan Merak terhitung sejak larangan mudik diberlakukan. Dalam penyekatan, pihaknya menemukan 9 modus menggunakan surat kerja palsu yang dominan dilakukan oleh pemudik motor maupun kendaraan pribadi.

“Semuanya modus-modus pemudik kita dalami kita ada temuan sebanyak 8 atau 9 surat yang di duga palsu, satu dari koperasi kita temukan juga,” ujar Kapolres Sigit di depan Pintu Pelabuhan Merak, Rabu (12/5/2021).

Baca juga  Tempat Isolasi di Cilegon Penuh, Pemkot Bakal Tambah Satu Hotel Tampung Pasien Corona

Ia menyatakan, modus tersebut digunakan pemudik niatnya untuk mengelabui petugas seolah dokumen palsu itu menjadi dokumen resmi dari instansi/perusahaan, tempat pemudik bekerja. Namun karena petugas sudah dibekali cara-cara untuk memeriksa dokumen orang yang mau menyeberang di Pelabuhan Merak, pemudik tidak bisa lolos dan dapat dihalau.

“Tentunya, itu menjadi modus untuk pemudik untuk mengelabuhi petugas, namun kami yakin bahwa petugas sudah disiapkan secara berlapis baik di luar maupun di dalam, jadi tidak akan lolos” ungkapnya.

Ia menyatakan, terhadap pemudik yang menggunakan modus itu langsung diputar balik petugas. Saat ini, pihaknya masih terus mendalaminya modus tersebut termasuk keterlibatan pihak lain atau calo yang membantu memalsukan surat kerja palsu.

Baca juga  200 Balita di Merak Alami Gizi Buruk

“Ini masih kita dalami,” terangnya.

Sigit mengimbau agar masyarakat jangan nekad menerobos penyekatan petugas di saat aturan larangan mudik diterapkan. Karena saat ini petugas di lapangan disiapkan berlapis dari berbagai aparat gabungan.

“Jadi kami imbau kepada masyarakat untuk patuh, dan tidak mudik. Karena itu akan beresiko besar,” pintanya. (Ronald/Red)