CILEGON, SSC –Pemkot Cilegon kini mengambil langkah serius mengawasi pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR) di 32 perushaan di Kota Cilegon.
Itu dilakukan dengan membentuk Satuan Petugas (satgas) khusus CSR. Dibentuknya satgas khusus CSR untuk memastikan penyaluran CSR berjalan efektif dan bisa membantu program kerja Robinsar-Fajar Hadi Prabowo diantaranya soal rumah tidak layak huni hingga sekolah rusak.
Walikota Cilegon, Robinsar mengatakan, Pemkot Cilegon akan menjadi mentor terbentuknya Satgas CSR. Terbentuknya satgas tersebut agar bisa membantu Pemkot Cilegon dalam hal pemberian CSR. Sehingga saat melakukan bantuan, tidak dadakan dalam meminta bantuan ke industri/perusahaan.
“Jadi CSR yang dimaksud bukan dalam bentuk uang. Tapi nanti industri ini bisa membantu pemerintah dalam membantu persoalan rumah tidak layak huni, pemberian mebeler tiap sekolah. Yang penting dari kita yang menyodorkan sekolah maupun hal yang harus dibantu oleh industri dari CSR-nya. Contoh, dalam satu tahun. Dari perusahaan A bantu 2 rumah tidak layak huni dan 2 sekolah,” ujarnya, Senin (8/11/2025).
Robinsar mengatakan, berdasarkan data di Kota Cilegon memiliki 200 industri. Dengan sistem yang lebih terstruktur, pemerintah berharap bantuan CSR bisa tepat guna dan tepat sasaran, sehingga benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar area operasi perusahaan.
“Dengan pembentukan Satgas CSR ini, Pemkot Cilegonn menunjukkan komitmennya untuk memastikan kontribusi perusahaan terhadap pembangunan sosial benar-benar terasa oleh masyarakat, bukan sekadar formalitas di atas kertas,” pungkasnya. (Ully/Red)

