20.1 C
New York
Jumat, April 24, 2026
BerandaPeristiwaSekda Maman Terpantau Tak Hadiri Wawancara Eselon II, Ada Apa?

Sekda Maman Terpantau Tak Hadiri Wawancara Eselon II, Ada Apa?

-

CILEGON, SSC – Hari ini, Rabu (17/9/2025) sebanyak 7 pejabat eselon II dijadwalkan mengikuti uji kompentensi dengan Panitia Selekai Rotasi Mutasi Pejabat Eselon II di Gedung Assessment Center, Pemkot Cilegon. Salah satu yang dijadwalkan tes wawancara adalah Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon, Maman Mauludin.

Pantauan Selatsunda.com, ada sebanyak 6 pejabat eselon II yang mengikuti tes wawancara. Yakni, Asda III, Syafrudin, Kepala BPBD, Suhendi, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, M Ridwan, Kepala DLH, Sabri Wahyudin, Kepala Kesbangpol, Sri Widiati dan Kepala Disporar, Sakri Jasiman. Sementara, Sekda Maman hingga tes wawancara ditutup pukul 17.00 wib, tidak terlihat di lokasi.

Ketua Pansel Rotasi Mutasi Pejabat Eselon II, Syaeful Bahri mengatakan, tes wawancara pejabat eselon II sudah dilaksanakan selama tiga hari. Hari pertama, Senin (15/9/2025), ada sebanyak 10 pejabat eselon II yang mengikuti wawancara. Di hari kedua, Rabu (16/7/2025) sebanyak 12 pejabat eselon II. Sementara hari ini, dari 7 pejabat yang dijadwalkan wawancara, 6 pejabat di antaranya hadir, sementara 1 pejabat tidak hadir.

“Dari tujuh yang terjadwal, saya di ruang satu (wawancara kompetensi teknis), ada enam (pejabat),” ungkap Syaeful.

“Jadi dari tujuh itu di undangan, ada nama Haji Maman Mauludin,” sambungnya.

Syaeful menjelaskan, informasi Sekda tidak hadir didapatnya saat di tempat lain di rapat Pansel BPRS Cilegon Mandiri, Kemarin, Rabu (16/9/2025). Saat itu, kata dia, Sekda menyatakan kemungkinan tidak hadir.

“Waktu kemarin sama-sama sebagai Pansel BPRS CM, beliau bilangnya kemungkinan terbesar, beliau tidak akan hadir dan datang. Sudah mengkonfirmasi secara lisan,” ungkapnya.

Saat ditanya apakah Sekda tak hadir wawancara karena jabatannya berpotensi akan digeser, Syaeful tidak memiliki wewenang soal itu. Tugas pansel hanya melakukan assemen dalam jabatan.

“Itu bukan hak saya, karena pansel tugas dan fungsinya bukan geser menggeser. Tugas kita meng-assessment dalam jabatan,” terangnya.

Tugas pansel setelah seluruh tahapan selesai, kata Syaeful, melakukan penilaian dari rekam jejak dan kinerja. Kemudian pansel juga menilai dari hasil wawancara berdasarkan tiga aspek yakni kompetensi teknis, kompetensi manajerial dan kompetensi sosial kultural.

“Kami menginput, merekap berbagai hasil penilaian. Pertama rekam jejak, di dalamnya ada pendidikan, kinerja, semua dokumen ada tinggal skoring. Kedua wawancara. Nah kedua wawancara itu tugas lima pansel ini, mewawancara dengan tiga kompetensi tadi. Jadi masing-masing menginputkan,” ungkapnya.

Syaeful menyatakan, rapat pleno membahas hasil penilaian akan digelar Besok, Kamis (18/9/2025). Dijadwalkan hasil penilaian akan diserahkan kepada Walikota Cilegon Robinsar pada Jumat (19/9/2025).

“Ajudan Pak Wali sudah menelpon saya, katanya Pak Wali menunggu hasilnya hari Jumat. Tinggal kita konfirmasi jumat pagi atau setelah Shalat Jumat,” pungkasnya. (Ronald/Red)

Administrator
Administratorhttps://selatsunda.com
Selatsunda.com adalah portal berita yang menyajikan informasi terkini, baik peristiwa, pemerintahan, politik, ekonomi, hukum, maritim dan lifestyle di Banten maupun Nasional.