CILEGON, SSC – Sejak Pademi Covid-19 (virus corona) Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Cilegon berhasil mengangkut 1.800 botol miras (minuman keras) berbagai merek yang didapatkan dari berbagai toko jamu dan kafe dan tempat hiburan malam (THM) di Kota Cilegon.

Kasi Koordinasi PPNS dan Pengembangan SDM pada Donas Satpol PP Kota Cilegon, Zuhansyah Harahap mengatakan, 1.800 miras dari berbagai merek ini selanjutnya diangkut ke gudang milik Dinas Satpol PP Cilegon. Miras-miras ini didapatkan dari hasil razia selama covid-19 dari berbagai toko jamu, kafe dan THM di Cilegon.

“Miras yang kami dapatkan kebanyakan dari toko jamu, kafe dan THM. Kemarin malam, Rabu (25/11/2020) malam, kami berhasil mengangkut 195 miras. Nantinya, miras-miras ini akan kami jadikan barang bukti untuk selanjutnya dilakukan pemusnahan,” Zuhansyah Harahap,” saat ditemui di ruang kerjanya,” Kamis (26/11/2020).

Kata Anca, jika selama berkali-kali toko jamu, tempat hiburan malam maupun kafe masih melanggar Peraturan Daerah (Perda) nomor 5 tahun 2001 tentang peredaran miras, pihaknya akan segera mencabut izin operasi para pelaku usaha tersebut.

“Kita (Dinas Satpol PP) tidak main-main dengan ancaman ini. Kami akan minta rekomendasi dinas terkait untuk menggeluarkan izin menutup keberadaan mereka. Apalagi, miras yang mereka jual ini memiliki kadar 16 persen. Tentu sangat berbahaya sekali. 0,1 persen saja sudah bahaya ini miras yang dijual memiliki kadar 16 persen,” ucap Anca.

Razia miras ini akan terus dilakukan oleh Satpol PP Kota Cilegon guna memberikan rasa aman dan nyaman di Cilegon dalam kondisi pademi Covid-19 (virus corona).

“Yang jelas sampai peredarannya berhenti,” tutupnya. (Ully)