Perwakilan BPOM Banten bertemu Walikota Serang, Syafrudin di Puspemkot Serang membahas terkait kerjasama pengawasan terhadap produk ilegal, Selasa (20/10/2020). Foto Istimewa

SERANG, SSC – Selama pandemi Covid-19, Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) Banten menemukan 12 kasus produk ilegal di Kota Serang. Produk yang ditemukan tanpa label BPOM ini diantaranya produk makanan, obat-obatan serta kosmetik.

“Kasus sudah ada 12. Itu sedang kita (BPOM Banten) tangani selama tahun 2020, tetapi tahun ini kan belum selesai masih ada November, dan bulan lainnya,” ungkap Plt Kepala Badan POM Banten Lintang Purba Jaya di Puspemkot Serang, Selasa (20/10/2020).

Ia menyatakan, modus peredaran barang ilegal dilakukan tidak seperti biasanya.
Dimasa pandemi Covid-19, barang diedarkan melalui jaringan internet pada toko-toko online. Kemudian oknum juga diduga memiliki jaringan sehingga sulit ditemukan dan terus menjual produk ilegal.

Baca juga  1,5 Tahun Corona, Belasan Ribu Karyawan di Kabupaten Serang Kena PHK dan Dirumahkan

“Selama pandemi trendnya berubah, penjualan dilakukan online sehingga dibuatkan semacam tim patroli cyber,” paparnya.

Sejauh ini, diakuinya masih adanya produk tersebut dikonsumsi karena kurangnya pengetahuan masyarakat.

“Betul, edukasi ke masyarakat, membeli obat hanya ke apotik, misal obat keras ya. Sebab obat ilegal tidak terjamin mutu khasiatnya,” lanjutnya.

Untuk memberantas produk ilegal bebas dijual di masyarakat, pihaknya menggandeng Pemerintah Kota Serang untuk menjalin kerjasama.

Kerjasama dituangkan dalam program pengawasan obat, kosmetik, suplemen makanan dan pangan. Sehingga kekuatan memberantas produk ilegal menjadi lebih progresif dan lebih konprehensif.

“Ini bentuk perkuatan kami dari Badan POM menyambut kerjasama dengan pemda,” tuturnya.

Sementara di lokasi yang sama, Walikota Serang Syafrudin membantah adanya kasus penjualan obat ilegal di Kota Serang berasal dari warganya. Ia mensinyalir, obat ilegal dijual oleh orang di luar Banten.

Baca juga  BI Banten Revisi Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi di 2021

“Jadi, apabila ada orang Aceh menjual obat ditempat kosmetik harus dicurigai,” tegas Syafrudin.

Sejauh ini, kata dia, peredaran produk ilegal terus diberantas. Seperti peredaran obat ilegal semakin berkurang seiiring dengan gencarnya pengawasan dan razia yang dilakukan.

“Alhamdulilah di Kota Serang ini sudah habis. Sudah tidak ada lagi obat terlarang yang beredar di Kota Serang,” pungkasnya. (SSC-03/Red)