Puluhan warga yang tidak tertib administrasi kependudukan terjaring dalam operasi yustisi yang dilakukan oleh Dinas Satpol PP Kota Cilegon, Selasa (11/8/2020). Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Sepasang pelajar Sekolah Menenggah Atas (SMA) di Kota Cilegon berhasil digaruk petugas Satuan Pamong Praja (Satpol PP) di rumah kontrakan/bedeng dalam Operasi Yustisi di dua kelurahan di Kota Cilegon, Selasa (11/8/2020). Selain pelajar, petugas mendapati pula 3 pasang mesum tanpa ikatan suami istri.

Sekretaris Satpol PP Cilegon Sukroni mengatakan, razia yustisi yang digelar saat ini pihaknya mencatat ada 38 penghuni kontrakan/bedeng tidak memiliki KTP, 3 pasang kumpul kebo tanpa ikatan suami istri dan 1 pasang pelajar berada di rumah kontakan/bedeng.

“Semua yang kita (Satpol PP) razia kita langsung ‘garuk’ langsung ke Kelurahan Citangkil untuk kita data. Pada razia ini kita sisir 2 kelurahan. Yakni, Kelurahan Citangkil dan Kelurahan Masigit. Untuk di Kelurahan Masigit razia digelar di belakang Mal sementara di Kelurahan Citangkil kita sisir belakang Bappeda Cilegon,” kata Sukroni kepada awak media ditemui di Kantor Kelurahan Citangkil.

Ia menambahkan, rata-rata warga yang terjaring razia tidak memilliki KTP Kota Cilegon dan mayoritas bekerja sebagai SPG maupun wanita penghibur di tempat hiburan malam.

“Rata-rata pekerjaanya itu SPG dan wanita penghibur di tempat hiburan malam,” tambahnya.

Razia yang digelar ini, lanjutnya, sebagai bentuk aplikasi penerapan Peraturan Daerah (Perda) nomor 7 tahun 2015 Tentang Adminitrasi Kependudukan. (Ully/Red)