CILEGON, SSC – Walikota Cilegon, Edi Ariadi, Rabu (3/2/2021) pagi tadi, menyerahkan Surat Keputusan (SK), tentang pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon untuk, Formasi 2019 dan 2020.
Penyerahan SK ini serahkan untuk 183 peserta, yang dinyatakan lulus sebagai PNS di Kota Cilegon. Dalam sambutanya, Edi Ariadi berpesan kepada CPNS yang baru menerima SK jangan terlalu cepat untuk di sekolahkan SK pengangkatan CPNS ke Bank.
“Nanti adek-adek (CPNS) yang sudah terima SK pengangkatan pasti sudah gajian. Nah, setelah gajian pasti ada yang nawarin, mau di sekolahkan (gadai) ke sini (bank) gak?,” kata Edi dalam sambutanya pada kegiatan Pemberian SK pengangkatan CPNS yang digelar di Aula Diskominfo Cilegon,” Rabu (3/2/2021).
Menurut Edi, belum saatnya para CPNS yang baru menerima SK pengangkatan tersebut langsung menggadaikan SK mereka ke BJB maupun perbankan lain .
“Jangan besar pasak dari pada tiang lah. Gajinya berapa pinjaman uangnya berapa? Kalau mau pinjam, ambil aja yang Rp 500 ribu atau pembiayaanya yang murah. Kalau yang enggak punya motor bisa beli motor untuk mobilitas sehari-hari,” ujar Edi.
Edi menuturkan, sebelum dirinya menjadi sebagai Walikota Cilegon, pada 1981 dirinya mengabdi sebagai seorang tenaga honorer di Pemkab Serang kala itu. Pada zaman itu, dirinya hanya digaji sebesar Rp 350 ribu. Bahkan, dalam perjalanan hidupnya ini, dirinya harus menunjukan kinerja terbaiknya kepada pimpinan.
“Waktu zaman saya mah hanya digaji Rp 350 ribu doang. Enggak cukup untuk apa-apa. Sekarang mah gaji udah Rp 250 ribu. Untuk itu, saya minta kepada para adek-adek CPNS bisa bekerja lebih baik. Kalian (CPNS) yang lolos menjadi CPNS ini merupakan peserta yang unggul. Saya mengharapkan, para CPNS yang menerima SK pengakatan ini bisa menjadi Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul di Cilegon. Jangan kerja seenaknya. Apel masuk seenaknya. Bagun siang. Kalau ada disposisi dari pimpinan baru di kerjakan. Kalian itu harus pro aktif lho,” tutur Edi.
Edi berharap, seluruh pegawai di Pemkot Cilegon agar menyatukan pikiran sehingga anggaran yang ada, bisa bermanfaat bagi masyarakat, bukan hanya berpikir untuk menghabiskan anggaran.
“Seluruh pegawai jangan hanya berpikir untuk menghabiskan anggaran, tapi bagaimana anggaran bisa bermanfaat untuk masyarakat. Bayangkan kalau seluruh pemerintah berpikir bagaimana asas manfaat anggaran dan harus dimanfaafkan untuk hal-hal yang sangat produktif. Jadi bukan berpikir serapan anggaran saja,” pungkas Edi. (Ully/Red)

