Walikota Cilegon, Edi Ariadi memimpin rapat dengan seluruh OPD di Aula Setda II Kota Cilegon, Kamis (15/10/2020). Foto Istimewa

CILEGON, SSC – Serapan anggaran seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Cilegon hingga triwulan III Tahun 2020 anjlok. Serapan baru mencapai 59,30 persen atau Rp 1,0863 triliun dari APBD Kota Cilegon sebesar Rp 1,8 Triliun.

Salah satu penyebab anjloknya serapan anggaran karena dipengaruhi Covid-19 (virus corona). Beberapa program setiap OPD tidak berjalan baik sehingga lelang tidak berjalan optimal.

“Dari hasil ini pembahasan tadi, serapan anggaran hingga triwulan III hanya terserap 59,30 persen atau mencapai Rp 1,0863 triliun. Kita ini mestinya pencapaiannya harus 75 persen. BTT (Bantuan Tak Terduga) yang ada aja dihajarin dengan pademi Covid-19 (virus corona),” kata Walikota Cilegon, Edi Ariadi ditemui usai rapat tertutup seluruh OPD di Aula Setda II Kota Cilegon, Kamis (15/10/2020).

Baca juga  Meresahkan, ODGJ Berkeliarkan di Kota Serang

Unruk mengejar kekurangan serapan anggaran di triwulan IV ini, orang nomor satu di Cilegon, meminta semua program lelang yang direncanakan OPD segera dilaksanakan.

“Anu na lelangnya ulah mikiran menang kalah segala (Itu yang ikut lelang jangan mikirin menang atau kalah segala). Dia itu harus punya mindset kalau gak tercapai lelang gimana pembangunannya? Output gak nyampe gitu loh,” ungkap Edi.

Senada dengan Edi, Penjabat Sekda Cilegon Maman Mauludin optimis serapan anggaran hingga akhir Desember 2020 atau di triwulan IV dapat mencapai target yang diharapkan.

“Optimis di triwulan IV di bulan pertama akan berubah dratis lah. Saya kira nanti kita akan lakukan evaluasi ke semua OPD. Nanti kami juga akan bentuk tim pembentukan panishmen (hukuman) bagi OPD yang pencapaian targetnya tak tercapai,” ujar Maman. (Ully/Red)