CILEGON, SSC – Sekretaris Daerah Kota Cilegon, Sari Suryati mengatatakan, pelayanan administrasi yang dilakukan Sekretariat Kota Cilegon kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dinilai sudah berjalan baik sebagaimana mestinya. Hanya saja pada evaluasi kinerja tahun 2018, fungsi koordinasi Setda dengan OPD masih perlu ditingkatkan.
Sebagai perpanjangan tangan Kepala Daerah dan Sekda, kata Sari, fungsi dan peran Setda sangatlah penting dalam suatu pemerintahan. Dalam tugasnya, setda harus mampu membaca masalah – masalah yang dihadapi OPD serta mampu memberikan solusi. Utamanya, kata dia, menyangkut masalah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), berbagai isu stategis dan aspirasi masyarakat.
“Setda harus mampu memotret dan menggambarkan dan harus mampu memberikan solusi kepada OPD. Pada saat OPD bingung akan satu kegiatan, saya (mencontohkan OPD) ngga ada nih tentang perwalnya ininya, bagaimana SOP dan sebagainya. Maka peran di setda, yang mengkoordinasikan itu dan menfasilitasinya. Jadi di Subag (Sub Bagian) yang mengkoordinasikan, harus lebih paham dengan regulasi, isu-isu strategis, paham terhadap permasalahan ataupun yang menjadi aspirasi dari masyarakat,” kata Sari ditemui usai rapat pembahasan tersebut di Aula Setda II Pemkot Cilegon, Selasa (29/1/2019).
Sari mencontohkan, salah satu yang belakangan menjadi sorotan di Cilegon terkait angka pengangguran. Artinya, masalah ini bukan menjadi tanggung jawab satu atau dua OPD saja tetapi juga ada andil dari Setda memecahkan masalah tersebut.
“Contoh pengangguran terbuka. Ini selalu muncul polemik. Ada nggak peran di Setda, oh ada yang bilang ini tugas OPD. Saya bilang tidak bisa. Peran setda bagaimana? Bagaimana menfasilitasi, yang mengkoordinasikan misalnya Dinas Pemuda Olah Raga. Atau Dinas Tenaga Kerja bagaimana mengoptimalkan BLK. Kan ini bisa diintegrasikan. Ini yang disampaikan ke teman-teman (setda), Artinya harus banyak membaca,” terangnya.
Ia berharap, peningkatan koordinasi Setda yang disampaikannya ini tidak malah memunculkan adanya anggapan intervensi terhadap OPD. Artinya program yang dijalankan OPD dikatakan berhasil, kata Sari, bukan karena kinerja dari OPD semata melainkan keberhasilan atas kinerja seluruh sektor yang ada di Pemkot Cilegon.
“Ini bukan mengintervensi OPD. Makanya ibu sampaikan, jangan sampai salah kaprah. Kita datang, bukan kita datang ke OPD saja, tapi kita membacanya secara makro. Misalnya, kemiskinan jadi sorotan, pengangguran jadi sorotan. Bukan berarti itu tugas OPD. Keberhasilannya ini kan bukan OPD saja tapi seluruh sektor. Bagaimana setda membaca peran itu, bagaimana OPD juga,” pungkasnya. (Ronald/Red)

