20.1 C
New York
Kamis, April 30, 2026
BerandaPeristiwaSilmy Karim Apresiasi Langkah PT KDL Ubah Bahan Bakar Fosil ke Produk...

Silmy Karim Apresiasi Langkah PT KDL Ubah Bahan Bakar Fosil ke Produk Terbarukan ERIKS

-

CILEGON, SSC – Direktur Utama PT Krakatau Steel (KS) Silmy Karim mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh PT Krakatau Daya Listrik (KDL) yang telah meluncurkan terobosan baru dengan merubah bahan bakar fosil ke produk terbarunya, yakni, ERIKS pada akhir 2022.

Produk ERIKS ini merupakan salah satu produk energi pembangkit tenaga listrik yang tidak lagi menggunakan fosil sebagai bahan bakarnya. ERIKS singkatan dari (Empowering Renewable Energy of Indonesia with Krakatau Solution).

Produk terbaru yang digunakan PT KDL, dianggap bisa lebih ramah lingkungan dan mengurangi pencemaran udara eksplorasi, dan biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan energi cenderung lebih murah karena sumber energinya tersedia secara gratis.

Direktur Utama PT Krakatau Steel Silmy Karim, menyambut positif langkah PT KDL dengan mulai mengubah bahan bakar Fosil ke Produk Terbaru ERIKS.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi untuk PT KDL yang telah menjalankan bisnis EBT sebagai salah satu bisnis yang dikedepankan. Hal ini juga menjadi pemenuh Key Performance Indicator atau KPI di PT KS karena menjadi bentuk dukungan pada program BUMN dalam menjalankan bisnis ramah lingkungan,” kata Silmy usai meluncurkan  Produk Energi terbaru yang dilaksanakan di Kantor PT KDL di Kawasan Krakatau Steel,” Jumat (23/12/2022).

Dalam hal ini,  Silmy juga menekankan bahwa saat ini tidak hanya BUMN.

Tapi semua industri baik di dalam dan luar negeri berlomba-lomba untuk menjalankan bisnis EBT demi meningkatkan Carbon Credit yang baik.

“Jadikan Carbon Credit ini menjadi peluang untuk bangkit dan jaya,” tambah Silmy.

Sementara itu, Direktur Utama PT KDL Nandang Hariana menjelaskan, KDL itu dulunya merupakan perusahaan pembangkit listrik. Akan tetapi, pihaknya

menyadari bahwa pembangkit listrik KDL itu adalah bahan bakar yang digunakan menggunakan fosil, yaitu gas.

“Kami sama-sama menyadari suka atau pun tidak, ketersediaan fosil itu akan habis,” ujarnya.

Oleh karena itu, PT KDL mulai mengembangkan bisnisnya yang tidak lagi hanya seputar pembangkit tenaga listrik.

Pihaknya menambah pengembangan bisnis menjadi 3 pilar bisnis, yakni pembangkit listrik, jasa kelistrikan, serta energi baru terbarukan.

“Nah, yang di launcing har ini adalah Energi Terbarukan, energi ini brandnya bernama ERIKS. Dimana pun kami membangun, entah itu PLTS Rooftop, PLTS Terapung, brandnya tetap ERIKS,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Direktur Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan pada Direktorat Jendral Ketenagalistrikan pada Kementrian ESDM Mohamad Priharto mengaku, samgat mengapresiasi langkag yang dilakukan oleh PT KDL dalam mendukung program pemerintah dalam bidang membangun ekosistem EBT di lingkungan industri dan residensial.

“Program-program yang dijalankan oleh PT KDL sesuai dengan target pemerintah untuk mulai menyosialisasikan penggunaan Panel Surya dan teknologi ramah lingkungan di kawasan industri maupun di lingkungan rumah,” tuturnya.

Turut hadir dalam peluncuran Produk Energi Terbarukan, Direktur Utama PT Krakatau Steel Silmy Karim beserta jajaran, Direktur Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan pada Kementerian ESDM Mohamad Priharto Dwinugroho, Direktur Utama PT KDL Nandang Hariana beserta jajaran serta Direksi dari perusahaan di lingkungan Krakatau Steel dan Group. (Ully/red).

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen
- Advertisment -DEWAN 2