CILEGON, SSC – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon menunjuk SMPN 5 Kota Cilegon sebagai salah satu sekolah percontohan  menerapkan sekolah berkonsep ekonomi sirkular. Hal ini diketahui dalam Perjanjian Kerja sama (PKS) yang dijalin antara Pemkot Cilegon, SMPN 5 Kota Cilegon dengan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (Chandra Asri), Selasa (5/12/2023).

Kepala SMPN 5 Kota Cilegon, Ratnawati Hasibuan mengaku bersyukur, sekolah yang dipimpinnya ditunjuk sebagai satu-satunya sekolah dalam mewujudkan pengelolaan sampah plastik yang tepat guna, pemeliharaan lingkungan secara berkelanjutan, dan peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat khususnya di Kota Cilegon.

“Sangat bersyukur sekali menjadi sekolah satu-satunya yang menjadi sekolah percontohan dalam persoalan sampah. Bagi kami, ini bukanlah hal yang susah untuk menerapkan persoalan ini. Karena sebelumnya pun, kami sudah menjalankan bahkan pernah menyabet sekolah sehat perwakilan Kota Cilegon di tingkat Banten di 2022 lalu. Dan di 2023 juara 2 di tingkat Provinsi Banten sebagai sekolah sehat,” kata Ratnawati kepada Selatsunda.com ditemui usai PKS di ruang rapat Asda Setda Kota Cilegon.

Dikatakan Ratnawati, pihaknya usai PKS akan langsung mengimplementasikannya. Para siswa kelas VI dan VII serta pihak sekolah akan diberikan pelatihan antara Bank Sampah Digital untuk mengetahui tata cara pemilahan sampah. Baik memilah sampah yang bernilai jual serta mengetahui nominal harga sampah usai dipilah.

Baca juga  KPU Cilegon Beri Santunan Rp 42 Juta Kepada Keluarga Anggota KPPS yang Meninggal Dunia

“Rencananya Senin (18/12/2023) pelatihan antara Bank Sampah Digital dan SMP 5 Cilegon. Di pelatihan nanti, akan diketahui jenis sampah apa yang bernilai tinggi dan berapa harga per kilo sampah yang akan dibayarkan oleh BSD (Bank Sampah Digital) tersebut ke sekolah,” ujar Ratna.

Sementara untuk sampah-sampah yang tidak memiliki nilai jual, kata Ratna, tentunya akan dimanfaatkan menjadi bahan bakar solar atau bensin.

“Oh iya sampah-sampah yang tidak memiliki daya jual tinggi, akan dirubah jadi solar dan bensin. Solar atau bensin ini nanti akan diserahkan lagi untuk kami yang nantinya akan digunakan untuk mesin pencacah atau mesin pemotong rumput,” jelasnya.

Sementara itu,  Circular Economy dan Partnership Manager PT Chandra Asri Petrochemical Tbk, M Nicko A Setyabudi menjelaskan, secara prinsip, PKS antara pihaknya dengan SMPN 5 Cilegon ini sebagai upaya penerapan program pengelolaan sampah plastik menggunakan konsep Circular Economy. Di mana pengelolaan sampah dengan konsep Circular Economy memberi manfaat ekonomi dan sosial.

Baca juga  Satu Anggota KPPS di Kota Cilegon Dikabarkan Meninggal Dunia

“Komitmen kami (PT CAP),  bagaimana mampu menjadi mitra pertumbuhan ekonomi masyarakat serta bisa mengubah behavior atau perilaku masyarakat terhadap persoalan sampah. Salah satu caranya dengan cara  pemilahan sebelum dibuang. Sebab, ketika nanti akan dipilah, bisa memudahkan dalam proses selanjutnya baik itu daur ulang atau pengelohan lain yang bersifat lainya,” urainya.

Nicko menambahkan, Bank Sampah Digital (BSD) nantinya yang akan mengambil sampah yang sudah dipilah oleh guru dan siswa di SMP 5 Cilegon sehingga bisa ditentukan mana sampah yang memiliki nilai jual ataupun tidak.

“Apabila sampah tersebut memiliki nilai jual tinggi tentunya akan dibayarkan oleh BSD sedangkan jika sampah yang tidak memiliki nilai jual, akan diubah menjadi minyak pirorisis di lokasi binaan PT CAP yakni IPST ASARI yang berlokasi di Linkungan Serdang – Kelurahan Kotabumi Kecamatan Purwakarta, dengan coverage area mencakup 1 kelurahan. Dengan jumlah sampah plastik yang terkelola telah mencapai 3.512 kg,” pungkasnya. (Ully/Red)