Foto Ilustrasi (Sumber: health.detik.com)

CILEGON, SSC – Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon Dana Sujaksani mengaku, saat ini Pemkot Cilegon masih menunggu intruksi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten terkait vaksin covid-19 yang akan diberikan dari Pemerintah Pusat. Meski belum diketahui pasti kapan akan diberikan, namun kata dia, informasinya Pemerintah Pusat akan menyerahkan 8,1 juta vaksin Covid-19 untuk Pemprov Banten yang akan dibagikan ke kabupaten/kota di Banten.

“Kita (Pemkot Cilegon) masih menunggu surat keputusan dari Pemprov Banten. Karena surat dari Kemenkes RI datang ke Provinsi bukan ke Pemkot Cilegon dan Pemprov Banten tahu berapa kebutuhan untuk Pemkot Cilegon. Untuk total prioritas Provinsi Banten sudah berapa,” kata Dana dikonfirmasi, Minggu (25/10/2020).

Dana tak menampik jika Kota Cilegon membutuhkan banyak vaksin covid-19. Mengingat, masyarakat sangat membutuhkannya. Nantinya, lanjut Dana, vaksin yang diterima akan diprioritaskan untuk tenaga kesehatan, TNI/Polri, Satpol PP, tenaga pendidik dan usia renta dan lainnya.

Baca juga  Pemkot Cilegon Cicil Rp 30 Miliar Beli Lahan Milik PT KS

“Semua sangat dibutuhkan lah. Kalau dihitung-hitung banyak juga. Kami punya tenaga kesehatan dengan asistenya, tenaga P2KT, anggota TNI/Polri, Anggota BPJS Kesehatan, Aparatur Sipil Negara (ASN) yang melakukan pelayanan ke masyarkaat dan warga diatas usia 50 tahun serta tenaga pendidik,” ujar Dana.

Dilansir dari Kompas.com, Provinsi Banten akan mendapatkan 8.131.798 vaksin Covid-19 pada bulan Desember mendatang. Dari total 8,1 juga vaksin akan dibagi beberapa tahap.

Tahap pertama ditargetkan untuk 63.536 sasaran utama, yakni tenaga kesehatan, Satpol PP, TNI/Polri pada bulan Desember mendatang.

Untuk tenaga kesehatan dialokasikan sebanyak 45.829 vaksin, kemudian untuk petugas Satpol PP, TNI dan Polri se-Banten sebanyak 17.088 vaksin.

“Kami prioritaskan tenaga kesehatan kemudian Satpol PP, TNI/Polri yang berada di garda terdepan. Bukan di perkantoran tapi di lapangan,” ujar Ati.

Baca juga  Dinas Sosial Kota Serang Kebingungan Tangani Orang Gila

Tahap selanjutnya yang menjadi prioritas diberi vaksin secara gratis yakni pegawai pemerintah daerah dan legislatif.

Kemudian vaksin diberikan juga kepada tokoh masyarakat, tokoh agama, dan perangkat daerah di kecamatan, kelurahan/desa, dan RT/RW.

“Selanjutnya diberikan kepada tenaga pendidik dari mulai PAUD hingga dan univeristas,” kata Ati.

Tahapan selanjutnya, vaksin akan di berikan kepada penerima bantuan iuran (PBI) BPJS Kesehatan.

“Dan, selanjutnya barulah yang terakhir masyarakat. Namun masyarakat di sini usia dari 18 sampai dengan 59 tahun,” ungkap Ati.

Untuk masyarakat di atas 60 tahun dan di 18 tahun akan diberi vaksin khusus.

“Karena tentunya kita tahu bahwa untuk usia 60 tahun dibutuhkan komposisi yang aman untuk usia di atas 60 tahun. Usia 18 tahun juga vaksinnya belum ada,” tandas Ati. (Ully/Red)