CILEGON, SSC – Wakil Walikota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo buka suara soal sorotan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menyoroti belum optimalnya pendapatan yang dihasilkan dari OPD penghasil di Pemkot Cilegon.
Menurut Fajar, dari hal ini, semestinya OPD penghasil harus mengevaluasi kinerja yang telah mereka lakukan dalam meningkatkan sumber pendapatan tersebut. Bahkan, bila perlu, perlu adanya inovasi yang dilakukan oleh OPD tersebut dalam mencari sumber pendapatan baru tanpa meninggalkan sumber pendapatan yang sudah ada.
“Saya ingat dulu pada Juni lalu, Tim BPKPAD melakukan ekspose kepada kami (Robinsa-Fajar) soal pendapatan. Sudah sejauh mana pendapatan yang sudah diterima. Bahkan, DPRD Cilegon pun sama-sama mengigatkan agar lebih agresif lagi dalam menjemput bola,” kata Fajar kepada Selatsunda.com ditemui di Aula Setda II Kota Cilegon, Kamis (7/8/2025).
Lebih lanjut, kata Fajar, seharusnya antara kepala bidang, kepala badan/dinas maupun staf lainya jangan saling melempar tanggung jawab dalam persoalan pendapatan tersebut. Tapi harus sama-sama mencari sumber pendapatan baru.
“Jadi coba lebih agresif lagi, jemput bola jangan hanya menunggu bola aja. Kalau nunggu bola bisa kebobolan nanti kita reaktif. Tapi bagaimana kita harus super aktif dalam mencari sumber pendapatan baru ini.
“Kalau perlu seagresif seperti kita jemput pacar kita sebelum menikah. Harus agresif lagi jemput PAD mengigat sampai sekarang pun belum maksimal,” tegas Fajar.
Tak hanya itu, Fajar juga meminta agar temuan di OPD seperti pencatatan aset tidak lagi ditemukan pada pemerintahan Robinsar-Fajae Hadi Prabowo. Melainkan, harus lebih dibenahi dalam pembuatan pelaporan.
“Yuk kita benahi. Jangan sampai apa yang sudah menjadi temuan tahun lalu, ditemukan lagi di tahun ini. Untuk teman-teman OPD, yuk sama-sama merapikan semuanya termasuk aset. Jangan biasakan kalu udah ga di dinas itu jadi tidak dibereskan aset tersebut,” pungkasnya. (Ully/Red)

