Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Cilegon Diana Wahyu Widiyanti. Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Guna mencegah terjadinya aksi bullying atau perundungan ditengah pelajar, Kejaksaan Negeri (Kejari) Cilegon bakal mendeklarasi aksi anti bullying.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Cilegon Diana Wahyu Widiyanti mengatakan, deklarasi anti bullying sebagai upaya kejaksaan di Cilegon guna mencegah adanya korban akibat aksi perundungan.

“Ini merupakan komitmen kami agar tidak ada korban dari aksi perundungan tersebut. Deklarasi ini pun kami akan undang beberapa perwakilan siswa di berbagai sekolah,” kata Diana kepada Selatsunda.com, Senin (13/12/2023).

Deklarasi itu rencananya akan digelar bersamaan dengan jadwal pengumuman lomba konten anti bullying tingkat SMP-SMA di Cilegon.

Di mana diketahui saat ini, sedang berlangsung perlombaan konten anti bullying tingkat SMP-SMA dari tanggal 6-19 November 2023.

Baca juga  2023, Bank Banten Bukukan Laba Rp 26,59 Miliar

Diana mengungkapkan, penyebab bullying itu sendiri bermula dari komunikasi yang menurutnya kurang bagus antar pelajar.  Kemudian pentingnya peran guru dalam melakukan pemantauan komunikasi.

“Ini tidak bagus antar pelajar, pelajar dengan guru. Yang pertama adalah semua fokus pada hard skill, cerdas dan pintar tapi lupa bawa soft skill harus diajarkan. Rasa menyayangi sesama, kepedulian sesama itu yang perlu diajarkan,” papar Diana.

Orang nomor satu di Kejaksaan Cilegon ini pun meminta orang tua dan sekolah yang berada di Kota Cilegon agar bisa menjaga pola komunikasi anaknya. Agar terhindar dari bullyng antar pelajar yang ada di Cikegon.

“Jadi tolong kepada orang tua, sesibuk apapun harus komunikasi secara mendalam kepada anaknya masing-masing, ajari attitude yang bagus, ajari akhlak yang baik, jangan hanya diserahkan kepada lembaga pendidikan saja,” tandasnya. (Ully/Red)