20.1 C
New York
Jumat, Mei 1, 2026
BerandaPeristiwaTegas, Sekda Maman Akan Evaluasi Kinerja Lurah yang Tak Serius Bekerja

Tegas, Sekda Maman Akan Evaluasi Kinerja Lurah yang Tak Serius Bekerja

-

CILEGON, SSC – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon, Maman Mauludin tak main-main akan mengevaluasi kinerja para lurah di Kota Cilegon yang tak serius dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab kepada masyarakat. Evaluasi itu bukan saja soal kinerja namun Ia akan melihat realisasi yang telah dicapai.

Ia meminta para lurah untuk dapat bekerja saja secara serius. Tak perlu dipusingkan isu rotasi mutasi.

“Tentu akan saya evaluasi kinerja mereka (lurah). Evaluasi bukan hanya kinerja saja tapi evaluasi capaian mereka sudah seperti apa. Yang jelas, birokrat kerja saja yang serius. Kapan waktunya mutasi rotasi, pasti datang,” kata Maman kepada Selatsunda.com,” Kamis (22/5/2025).

Maman pun tak menampik jika saat ini ditengah efisiensi anggaran para lurah dalam bekerja terkesan mengandalkan APBD tanpa mengali sumber pendapatan baru di wilayahnya. Tak hanya itu saja, para lurah ini sampai saat ini belum bisa memberikan inovasi baru atau masukan untuk pemerintah.

“Iyah ini jadi catatan kami untuk mereka,” tegas Maman.

Pada pemberitaan sebelumnya, Wakil Walikota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo menyatakan, dia selama memimpin Pemerintahan Kota Cilegon hampir tiga bulan menemukan banyak lurah yang masih belum bekerja secara maksimal. Padahal Ia dan Walikota Cilegon, Robinsar tegas sungguh-sungguh bekerja untuk melayani masyarakat.

Fajar menyatakan, lurah mempunyai peran penting karena bersentuhan langsung dengan masyarakat. Namun selama ia memimpin, peran itu banyak tidak dilihatnya.

“Kita tegas. Peran lurah itu adalah yang paling langsung ke masyarakat. Saya tidak melihat itu. Yang saya lihat,  mereka (lurah) hanya foto-foto saja dan menjalankan yang formalitas, dan pengen didatangin kepala daerah. Camatnya, saya bilang lebih ada performance sedikit-sedikit,” kata Fajar kepada Selatsunda.com ditemui di Alun-Alun Kota Cilegon, Rabu (21/5/2025).

Fajar menilai, dia selama memimpin melihat banyak lurah yang bandel dan berasumsi. Menurutnya, lurah bekerja tidak harus selalu bergantung dengan ketersediaan anggaran.

“Saya bilang disini lurah banyak yang bandel. Lurah terlalu banyak asumsi. Apa-apa geraknya harus pakai DPA, harus pakai dana. Bantuan itu semestinya ada di dalam hati. Kalau niatnya tulus punya tangan, Insya Allah Gusti Allah memberikan kesehatan, organ tubuh lengkap, tinggal kerja, bantu saja masyarakat. Kalau saya bilang, lurah terlalu manja. Jangan hanya menunggu anggaran tapi tiba-tiba bim-salabim renovasi kantor,” ujarnya.

Ia berkeinginan agar ke depan para lurah bisa dan harus bisa melayani masyarakat dengan tulus serta bisa memberikan pelayanan yang terbaik ke masyarakat tanpa mengesampingkan kepentingan yang lain. (Ully/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen
- Advertisment -DEWAN 2