CILEGON, Selatsunda.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Cilegon menyatakan, tenaga non ASN (Aparatur Sipil Negara) Kota Cilegon didominasi lulusan SMA sederajat.
Analis Sumber Daya Manusia Aparatur pada BKPSDM Kota Cilegon Gego Tinambunan mengatakan, berdasarkan rekap data non ASN, jumlah lulusan SMA sebanyak 2.001 orang. Kemudian jumlah lulusan SMP sebanyak 263 orang, SD 205 orang, Diploma 319 orang, lulusan Sarjana satu 1.837 orang dan Pasca Sarjana sebanyak 32 orang.
“Jika dilihat data, mayoritas lulusan SMA menjadi non ASN. Untuk total non ASN di Lingkup Pemkot Cilegon sejak 2021-2022 sebanyak 4.905 pegawai,” kata Gego kepada Selatsunda.com ditemui di kantornya, Kamis (1/9/2022).
Gego menambahkan, saat ini pihaknya tengah merampungkan pendataan terhadap jumlah pegawai non ASN Cilegon sebagai tindak lanjut ketentuan pemerintah yang melarang pengangkatan tenaga honorer atau pegawai non ASN.
“Pendataan jumlah tenaga non ASN ini sebagai tindak lanjut Surat Edaran (SE) dari BKN tentang penetapan ASN,” tambahnya.
Gego mengaku, pada 2020 lalu, pihaknya belum melakukan pendataan non ASN. Pendataan non ASN baru bisa dilakukan pada baru 2022.
“Gak ada ketentuan yang mengatur pendataan keberadaan ASN. Pendataan non ASN sendiri baru mulai pada 2021 ini,” ujarnya.
Ia menuturkan, dalam pendataan tersebut, pihaknya membagi beberapa tahapan, yakni frafinalisasi, di mana masing-masing admin atau operator instansi mendaftarkan tenaga non ASN yang masih bekerja di lingkupnya dan memenuhi persyaratan pendataan non ASN.
“Setelah didaftarkan oleh masing-masing OPDnya, tenaga non ASN yang masuk pendataan non-ASN di portal dan instanso melakukan pengecekan terhadap data yang diinput dan dilengkapi oleh tenaga non-ASN,” tuturnya.
Soal pengangkatan tenaga non-ASN menjadi P3K, kata Gego, jika pihaknya baru diminta melakukan pendataan pegawai.
“Hanya pendataan aja. Kalau pun pengetatan non-ASN, kita tunggu saja surat resminya atau kebijakan yang dikeluarkan pusat,” pungkas Gego. (Ully/Red)

