PT Krakatau Daya Listrik mengoperasikan PLTS Atap di Gedung Krakatau Steel, Belum lama ini. (Foto Istimewa)

CILEGON, SSCDalam mengimplementasikan Energi Baru Terbarukan (EBT), PT Krakatau Daya Listrik mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di Gedung Teknologi PT Krakatau Steel (Persero) Tbk.

Pengoperasian PLTS Atap berkapasitas 100 kWp diresmikan oleh Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Silmy Karim pada Selasa (5/4/2022).

Direktur Utama PT KDL, Priyo Budianto mengatakan, proyek PLTS Atap ini merupakan titik awal perusahaan menjalankan fungsi sebagai developer dan EPC untuk pembangunan PLTS kedepannya. Dengan dioperasikannya pemanfaatan PLTS Atap 100 kWP di Gedung Teknologi KS, perusahaan telah mengimplementasikan Green Energy.

Green Energy yang diterapkan di Gedung Teknologi PTKS merupakan salah satu penjalanan amanah pemerintah dalam konversi pemanfaatan energi fosil menjadi energi baru terbarukan,” ungkap Priyo dalam keterangan tertulis yang diterima Selatsunda.com, Kamis (7/4/2022).

Baca juga  1.780 Napi di Lapas Cilegon Diusulkan Dapat Remisi HUT Kemerdekaan RI ke-77

Priyo mengungkapkan, proyek PLTS Atap yang dibangun memiliki proyeksi energi tahunan sebesar 152.600 kWh serta penghematan emisi CO2 tahunan sebesar 95,92 Ton.

Proyek tersebut juga mengkonversi lampu konvensional ke lampu LED dengan proyeksi rata-rata penghematan per tahun sebesar 24,66 persen dan rata-rata penghematan emisi CO2 sebesar 46,08 ton/tahun.

“Sehingga proyeksi total rata-rata penghematan energi dan emisi CO2 tahunan Gedung Teknologi PTKS adalah sebesar 225,908 kWh dan 141,99 ton,” tuturnya.

Ia menyatakan, proyek PLTS Atap ini merupakan proyek kedua perusahaan. Setelah sebelumnya membangun PLTS Atap 102 kWp di lokasi perusahaan pada tahun 2020. Proyek tersebut dijalankan dengan menggunakan sumber daya dan teknologi yang dimiliki oleh PTKDL.

Baca juga  Puskesmas Cilegon Jalani Tahap Penilaian Lomba FKTP Tingkat Provinsi Banten 2022

Kedepan, kata Priyo, proyek PLTS Atap akan dilaksanakan di Krakatau Bandar Samudera, Krakatau Pipe Industries serta di luar Kawasan Industri Krakatau.

“Untuk melengkapi hal tersebut, kedepannya akan diimplementasikan Energy Management System untuk pengendalian penggunaan energi yang lebih efisien.”, tambah Priyo.

Sementara, Direktur Utama KS, Silmy Karim, mengapresiasi keberhasilan pembangunan PLTS Atap Gedung Teknologi PTKS oleh PTKDL. Silmy mendorong PTKDL untuk dapat terus mengembangkan bisnis perusahaan khususnya dibidang energi baru terbarukan.

“EBT di masa depan tidak dapat terelakkan, ada perihal carbon credit juga yang perlu diperhatikan. KDL harus bisa mengambil kesempatan tersebut dan menjadi pionir dengan model bisnis, solusi, dan pelayanan yang lebih baik dari eksisting.”, tambah Silmy. (Ronald/Red)