CILEGON, SSC – Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Cilegon, Sakri Jasiman mengatakan, Pemkot berencana akan mengurangi jumlah nomor pertandingan cabang olahraga di ajang Popda (Pekan Olahraga Pelajar Daerah) tingkat Provinsi Banten di 2026, Hal ini dilakukan sebagai langkah mengantisipasi membengkaknya anggaran.
“Dari 56 cabang olahraga, yang ikut dalam ajang Popda Tingkat Provinsi Banten ada 25 cabor. 25 cabor tidak semua nomor bisa ikut bertanding. Justru akan kami kurangi nomor-nomor tersebut dari 25 cabang olahraga. Pengurangan nomor cabang olahraga ini, hasil rapat antara Dispora, Pengcab dan pelatih. Untuk atletik ada banyak, kalau dipertandingkan semua, otomatis kan anggarannya akan membengkak. Jadi harus kita kurangi karena anggaranya pun minim,” kata Sakri, Senin (27/10/2025).
Ia menambahkan, pada Popda Tingkat Provinsi Banten ini, pihaknya sudah mengajukan anggaran senilai Rp 15 miliar. Namun, dari hasil KUA PPAS hanya Rp 7 miliar. Tentu, anggaran tersebut begitu terbatas untuk melaksanakan Popda tingkat Banten yang digelar di Kota Cilegon.
“Dari hasil rapat Dispora, Pengcab dan pelatih sudah mengkrucut ada puluhan nomor di masing-masing cabang olahraga yang tidak ikut pada Popda tahun depan. Kita pun berharap, sebelum Popda, Pemkot Cilegon memberikan tambahan anggaran kembali untuk pelaksanaan tersebut,” tambah Sakri.
Sakri menyinggung, pihaknya akan memanfaatkan beberapa fasilitas Pemkot untuk venue dalam pelaksanaan Popda tersebut. Mulai dari aula DPRD dan Diskominfo sebagai venue di ajang pekan olahraga pelajar. Bahkan, ada beberapa tempat yang bersedia untuk dijadikan venue pertandingan. Diantaranya, Sosoro Mall milik PT ASDP Merak, Mall Ramayana Cilegon, Islamic Center dan Asa Sport Center.
“Termasuk ada venue untuk cabor diantaranya cabor voli dan panjat tebing akan dilakukan GOR PPLP Drangong Banten akan di tempatkan di sana. Karena lokasi yang biasa tidak memungkinkan untuk dijadikan lokasi lomba,” ujarnya.
Menurutnya, selain mengurangi anggaran, pengurangan jumlah nomor di masing-masing cabang olahraga ini, pihaknya pun ingin melihat potensi atlet yang mengikuti ajang tersebut.
“Tentunya itu yang menjadi pertimbangan kita juga mengurangi jumlah nomor tersebut. Selain mengantisipasi membengkaknya anggaran, kami ingin lihat potensi dari atlet yang Cilegon miliki,” jelasnya.
Katanya, saat ini, pemerintah tengah mempercepat perbaikan Stadion Geger agar siap digunakan pada pertengahan tahun 2026.
Sebelumnya, Disporapar Cilegon telah mengajukan anggaran senilai Rp3 miliar untuk meningkatkan kualitas fasilitas stadion tersebut.
“Saya sih optimis ini bisa menyelenggarakan Popda tingkat Provinsi Banten dengan keterbatasan anggaran. Tentunya, kami ingin meminta dukungan dari semua pihak karena hajat Popda ini bukan hanya hajat milik Dispora melainkan hajat milik Kota Cilegon,” harapnya. (Ully/Red)

