20.1 C
New York
Rabu, Agustus 19, 2026
Beranda Pemerintahan Terkait PSEL, Pemkot Cilegon Usulkan Bantuan 5 Armada Pengangkut Sampah ke Provinsi

Terkait PSEL, Pemkot Cilegon Usulkan Bantuan 5 Armada Pengangkut Sampah ke Provinsi

0
37
Warga tampak mengangkut sampah saat di TPSA Bagendung, Kota CIlegon, Belum lama ini. (Foto Ronald/Selatsunda.com)

CILEGON, SSC – Pemerintah Kota Cilegon melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon telah mengajukan permohonan ke Provinsi Banten untuk mendapatkan bantuan armada pengangkut sampah dalam merealisasikan Program Pusat yakni Program Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

Kepala DLH Kota Cilegon, Sabri Wahyudin mengatakan, Pemkot Cilegon dalam merealisasikan PSEL sangat berharap mendapat bantuan truk pengangkut sampah dari Pemprov Banten. Sejauh ini untuk menambah armada yang ada, DLH telah mengusulkan bantuan armada truk ke Provinsi sebanyak 5 unit.

“Sudah kami usulkan. Kita kan bertahap, kita coba mengusulkan tiga sampai lima armada. Nanti setiap tahunnya,” ujar Sabri, Rabu (19/8/2026).

Sejauh ini, kata Sabri, pengajuan bantuan armada truk untuk tahun 2027 tersebut masih belum direspon oleh Provinsi.

“Belum (direspon), tetapi ini diusulkan untuk 2027,” ungkapnya.

Sabri menerangkan, baik biaya armada truk pengangkut sampah atau capex (capital expenditure) dan juga biaya operasional atau opex (operational expenditure) masih diupayakan pihaknya. Baik dari bantuan Provinsi maupun dari APBD Kota Cilegon.

“Jadi capex-nya tetap kita cari dari yang lain dan nanti opex-nya dengan anggaran sendiri,” tuturnya.

Saat ini, kata Sabri, armada truk pengangkut sampah yang dimiliki Pemkot Cilegon sebanyak 42 unit. Dalam merealisasikan PSEL, Pemkot masih membutuhkan tambahan 26 unit.

“Kan kita butuh sekitar 26 armada, selama kurun waktu 2-3 tahun ini nanti kita bertahap pengadaannya. Besarannya untuk 26 armada itu, sekitar Rp 14 miliar,” terangnya.

Untuk memenuhi anggaran penambahan armada dan biaya operasional, kata Sabri, DLH telah mengajukan ke Bapperida Cilegon. Pengusulan tersebut terdapat tiga opsi.

“Kita sudah mengusulkan ke Bappeda (saat ini Bapperida) untuk opsi itu, mangga Bappeda dengan kekuatan anggaran, kita mau dikasih di 2027, silakan, 2028, silakan,” ucapnya.

“Beberapa opsi yang diambil, misalnya tidak ada penambahan armada, tetapi kita menambah ritase. Atau kita menambah kendaraan atau satu kali ritase dan penambahan kendaraan di dua kali ritase,” pungaksnya. (Ronald/Red)