Walikota Cilegon Edi Ariadi saat meninjau Trans Hotel Cilegon yang direncanakan akan menjadi lokasi isolasi pasien bergejala Covid-19. Rabu (7/10/2020). Foto Istimewa

CILEGON, SSC – Pemkot Cilegon akhirnya memutuskan menyewa Trans Hotel Cilegon selama dua bulan untuk tempat isolasi pasien bergejala virus corona.

Walikota Cilegon, Edi Ariadi mengatakan, kebijakan memutuskan Trans Hotel Cilegon sebagai tempat isolasi setelah mengetahui seluruh hotel di Cilegon tidak bersedia menyanggupi permintaan Pemkot Cilegon. Keputusan itu telah disepakati bersama Tim Gugus Tugas Covid-19 Cilegon.

“Semua kamar sudah layak untuk dijadikan lokasi isolasi mandiri. Total Rp 3,4 miliar yang telah disiapkan hanya bisa digunakan hingga dua bulan kedepan (Desember 2020). Anggaran sudah disediakan oleh Dinas Sosial (Dinsos) Kota Cilegon,” kata Walikota Cilegon saat dikonfirmasi Selatsunda.com melalui sambungan telepon, Rabu (7/10/2020).

Baca juga  2 Pegawai Pengadilan Agama Serang Positif Covid-19, Persidangan Ditutup Sementara

Edi tak memungkiri, jika sewa tempat isolasi bagi pasien bergejala Covid-19 ini akan diperpanjang hingga 2021 mendatang.

“Yah tahun ini sampai Desember dulu. Karena anggaranya hanya tersedia sampai bulan itu. Nanti 2021 akan diusulkan lagi berapa anggaran yang dibutuhkan untuk kebutuhan pasien bergejala mulai dari malan, obat, vitamin dan kebutuhan pasien OTG,” ujar Edi.

Mengenai tim medis di hotel, lanjut Edi, akan dipersiapkan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon.

“Untuk berapa jumlah tim medis yang dibutuhkan itu datanya ada di Dinkes. Kalau tim medisnya siap, semuanya siap, maka tempat isolasi ini juga bisa digunakan oleh pasien bergejala,” pungkasnya. (Ully/Red)