20.1 C
New York
Rabu, April 22, 2026
BerandaPeristiwaTruk Menuju Pelabuhan Ciwandan Menggular Hingga Jalan Lingkar Selatan, Sopir Mengeluh

Truk Menuju Pelabuhan Ciwandan Menggular Hingga Jalan Lingkar Selatan, Sopir Mengeluh

-

CILEGON, SSC – Pada hari keenam sebelum (H-6) Lebaran, kendaraan truk yang hendak menyeberang di Pelabuhan Ciwandan, Kota Cilegon menggular hingga Jalan Lingkar Selatan (JLS), Minggu (16/4/2023). Antrean truk diperkirakan mencapai 3 kilometer.

Pantauan Selatsunda.com di lokasi sekitar pukul 02.30 WIB, truk terlihat mengantre dari pertigaan JLS. Ekor antrean hingga sekitar Puskesmas Ciwandan.

Kondisi truk yang mengantre di Jalan Lingkar Selatan Kota Cilegon

Salah satu pengemudi truk, Darwan Lubis mengatakan, dirinya terkena antrean sejak tadi malam. Ia tidak menyangka terjebak antrean di JLS.

“Dari malam, ini masih disini (Kilometer 15). Teman yang di dalam (pelabuhan) juga bilang belum nyeberang-nyeberang,” ujarnya.

Lubis yang berangkat dari Jakarta mengaku hendak mengirim barang makanan ringan ke Padang. Tahun lalu, dirinya tidak terjebak antrean saat menyeberang ke Pelabuhan Merak. Namun saat ini, dia yang sekalian mudik bersama keluarganya dengan truk belum dapat naik ke kapal karena terjebak antrean.

“Ini berangkat sama anak dan istri, sekalian mudik kami ke Medan. Habis antar barang ke Padang, kami pulang ke Medan,” tuturnya.

Darwan mengungkapkan, pemerintah semestinya dapat mengatasi agar tidak terjadi antrean. Menurutnya, antrean yang terjadi begitu merugikan dirinya dan pengemudi truk lain.

“Harusnya pemerintah sudah antisipasi, tidak seperti ini. Kan pelabuhan sudah ada, kok seperti ini,” terangnya.

Darwan mengaku, akibat mengantre dia harus mengeluarkan ongkos lebih besar.

“Pastilah (mengeluarkan uang lebih banyak). Apalagi sama keluarga ini,” jelasnya.

Bukan itu saja, ditengah terjebak antrean, ia kesulitan mencari toilet dan makanan.

“Cari nasi saja disini susah, apalagi toilet,” pungkasnya.(Ronald/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen