SERANG, SSC – Puluhan Mahasiswa melakukan aksi menginap di Gedung Rektorat Kampus SHM UIN, malam tadi. Aksi dilakukan bentuk kekecewaan mahasiswa karena pihak kampus mengeluarkan kebijakan penurunan uang kuliah tunggal (UKT) pada semester genap tahun 2020/2021.
Salah satu mahasiswa UIN, Mita mengatakan bahwa adanya aksi nginap di kampus merupakan rangkaian aksi damai yang dilakukan oleh mahasiswa. Aksi telah berlangsung dari Rabu, (3/2/2021) sore hari.
“Massa aksi sepakat untuk menginap karena kebijakan yang dikeluarkan kampus tidak bisa dirasakan oleh seluruh mahasiswa,” katanya kepada Selatsunda.com di konfirmasi, Kamis (4/2/2021) dini hari.
Ia menyampaikan, sebelumnya pihak kampus telah mengeluarkan kebijakan nomor B-155/Un .17/B.II.2/KU.03.2/01/2021 tentang Keringanan Uang Kuliah Tunggal Atas Dampak Bencana Wabah Covid-19. Namun para mahasiswa merasa kebijakan tersebut masih memberatkan lantaran persyaratan yang berbelit dan pihak rektorat tidak mengevaluasi realisasi pemotongan UKT pada semester sebelumnya.
“Pada semester lalu, praktiknya mempersulit mahasiswa untuk mendapatkan keringanan UKT. Persyaratan yang berbelit-belit, padahal semua elemen masyarakat terdampak terlebih pada ekonomi yang mengakibatkan kesulitan membayar UKT,” tegasnya.
Oleh karenanya, mahasiswa meminta pihak rektorat untuk mengubah syarat pengajuan pemotong UKT yang lama menjadi pemotongan UKT sebesar 50 persen bagi seluruh mahasiswa UIN SMH Banten, pemotongan sebesar 100 persen bagi mahasiswa yang orang tua/ walinya di PHK/ dinyatakan positif covid-19 / Meninggal dunia akibat COVID-19, dan adanya penurunan grade UKT 1 tingkat.
“Rektor jangan abai terhadap dampak yang terjadi pada mahasiswa akibat pandemi covid-19, serta berempati atas keresahan mahasiswa,” pintanya.
Dalam aksi sekitar pukul 16:30 WIB, mahasiswa diajak berunding oleh Wakil Rektor III bidang kemahasiswaan, Wawan Wahyudin bersama tim satgas Kota Serang. Mahasiswa diminta untuk membubarkan aksi karena kegiatan berekerumun. Namun aksi tetap berlanjut hingga tuntutan mahasiswa dipenuhi.
Mita mengungkapkan, pihak rektorat menjanjikan akan menandatangani MoU tuntutan pemotongan UKT pada hari ini di depan seluruh para mahasiswa.Namun jika tidak menempati janji, para mahasiswa tidak akan berhenti melakukan aksi.
“Kami massa aksi tidak akan berhenti hingga tuntutan kita dikabulkan pihak rektorat. Aksi sampai menang,” tegasnya. (SSC-03/Red)

