CILEGON, SSC – Malam di Pattaya, Thailand, menjadi saksi bisu keajaiban yang dibawa oleh sekelompok anak muda berbakat asal Cilegon, Banten. Kalimaya Band, grup musik pelajar yang namanya terinspirasi dari batuan mulia khas tanah kelahiran mereka, berhasil menorehkan tinta emas di panggung internasional.
Bukan sekadar tampil, mereka sukses memboyong penghargaan tertinggi, Golden Award (Competition Prize), dalam ajang bergengsi 8th International PEARL Folk and Cultural Heritage Festival 2026.
Festival yang berada di bawah naungan kerangka kota pembelajaran global UNESCO Global Network of Learning Cities (GNLC) ini diikuti oleh puluhan delegasi seni dan musik dari berbagai belahan dunia. Namun, ketika anak-anak luar biasa dari Kalimaya Band naik ke atas panggung luar ruangan di Terminal 21 Pattaya, dan di Tepi pantai Pattaya, atmosfer langsung berubah.
Personil Kalimaya Band terdiri dari : Aqilah (Vocal), Aurel (Keyboardist), Hehen (Guitarist), Rayyan (Bassist) dan Atha (Drum), Personil band ini saat ini masih duduk di bangku sekolah SMP Al Azhar Cilegon, SMP YPKS Cilegon dan SMAN 2 Krakatau Steel Cilegon
Dengan aransemen musik yang segar, paduan harmonis pop modern dengan sentuhan warna tradisional khas Indonesia, mereka menghipnotis ratusan penonton dan dewan juri internasional. Chemistry yang kuat, penguasaan panggung yang matang, serta petikan gitar dari sang gitaris dan ketukan drum yang bertenaga membuat penampilan mereka tak tertandingi. Kemampuan mereka yang melampaui usia pelajar sukses membuktikan bahwa talenta muda Indonesia mampu bersaing di level dunia.
Saat nama Indonesia dan Kalimaya Band menggema sebagai pemenang Golden Award, bendera Merah Putih dikibarkan dengan penuh kebanggaan di bawah langit Thailand.
Kemenangan ini tidak luput dari peran Penyayi Terry Shahab yang sudah memberikan dukungan kepada Kalimaya Band. Dari Banten untuk dunia, Kalimaya Band telah menginspirasi kita semua bahwa tidak ada batasan usia untuk mengukir prestasi tertinggi. (Red)





