CILEGON, SSC – Kepala UPTD Pasar Baru Kranggot Dani Rahmat tak menampik jika penataan pedagang masih belum optimal. Hal ini karena, masih minimnya sarana dan prasarana yang disiapkan oleh pemerintah damam melakukan penataan kelada pedagang.
Akibat minimnya sarana dan prasarana yang dipersiapkan pemerintah, membuat para pedagang kembali berjualan di bantaran sungai.
“Sarana dan prasarana di sini (Pasar Kranggot) sangat minim. Tertutupnya akses di pasar ini harus menjadi perhatian khusus oleh dinas maupun pemerintah,” kata Dani kepada Selatsunda.com melalui sambungan teleponenya,” Selasa (22/11/2022).
Dani menambahkan, pihaknya juga membutuhkan lahan parkir yang luas untuk menampung kendaraan milik yang masuk ke dalam pasar.
“Sekarang bayangkan lahan parkir di eks terminal milik Dishub Cilegon aja hanya muat 50 unit kendaraan. Sedangkan pedagang di sini ada 2.000 pedagang belum lagi pedagang ini punya karyawan ditambah lagi kendaraan masyarakat yang beli. Otomatis kendaraan gak bisa parkir di terminal dan mereka lebih milih parkir sembarangan. Jadi kan macet dan semrawut,” tambah Dani.
Kata Dani, jika pihaknya telah mengajukan permohonan ke Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kota Cilegon untuk memberikan perhatian ekstra ke Pasar Kranggot. Seperti pembenahan sarana dan prasarana di pasar, akses jalan yang betul-betul harus perbaiki dan hanggar utama yang bocor perlu dibenahi.
“Saya udah ajukan di 2024 agar diperbaiki semuanya. Termasuk lahan parkir kendaraan. Saya pun udah minta blindspot hanggar harus ada dibuat jembatan agar memberitahu pedagang kalau ada lapak,” ujar Dani.
Menurutnya, pembenahan pasar ini juga sebagai bentuk membantu Walikota dan Wakil Walikota Cilegon dalam mewujudkam Cilegon Maju, Modern dan Bermartabat.
“Bagaimana visi misi walikota mau terwujud jika kondisi pasarnya seperti ini. Semoga saja, dinas bisa merealisasi dan mewujudkan permintaan masyarakat,” pungkasnya. (Ully/red)

