20.1 C
New York
Senin, Mei 25, 2026
BerandaPemerintahanWaduh, Angka Pengangguran di Cilegon Kini Tembus 25 Ribu

Waduh, Angka Pengangguran di Cilegon Kini Tembus 25 Ribu

-

CILEGON, SSC – Angka pengangguran di Kota Cilegon setiap tahunya terus mengalami peningkatan. Tahun ini saja, pengangguran di Kota Cilegon telah menembus 25.976 orang. Sementara pada 2020 lalu, angka pengangguran mencapai 18.383 orang dan pada 2019 mencapai 7.000 orang.

“Setiap tahunya, angka pengangguran di Kota Cilegon terus mengalami peningkatan. Bisa dikatakan meningkatnya hampir 2 kali lipat dari tahun sebelumnya,” kata Helldy kepada awak media ditemui di usai acara Pembukaan Pelatihan Berbasis Kompetensi UPTD Latihan Kerja Dinas Tenaga Kerja di Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cilegon, Selasa (16/3/2021).

Ia menuturkan, untuk menekan angka pengangguran perlu peran aktif pemerintah salah satunya dengan memberdayakan BLK (Balai Latihan Kerja). Menurutnya, saat ini BLK harus mentransformasi diri.

Diera ini, BLK harus bisa menjadi jembatan bagi para generasi milenial. Di mana bisa menjadi wadah pelatihan bagi generasi muda agar lebih profesional sesuai dengan kebutuhan industri.

“Tentunya keberadaan BLK ini sangat memberikan manfaat untuk para milenial untuk terus semangat berlatih sehingga ke depan mereka (para generasi) muda ini bisa bekerja sesuai dengan kebutuhan industri,” tuturnya.

Dia mengimbau dengan banyaknya pengangguran tersebut, Disnaker Cilegon dapat lebih memberikan perhatian ekstra terhadap para generasi muda yang belum memiliki pekerjaan.

“Insya Allah program kampanye kita yang menyediakan 25.000 lapangan kerja segera kita realisasikan. Saya yakin ini tidak akan menjadi beban Disnaker,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala BBLK Serang, Agung Nur Rohmat meminta agar Kota Cilegon tidak monoton dengan pelatihan kerja yang selama ini diberikan. BLK harus bisa memberikan pelatihan kerja sesuai dengan keinginan perusahaan atau industri di Cilegon.

“Jangan itu-itu saja pelatihan kerjanya. BLK Cilegon perlu juga perbaharui juga sesuai dengan kebutuhan industri. Jangan juga menjahit terus tapi perlu ada inovasi menjahit baju kebaya dan lain-lain. Dan satu lagi, BLK Cilegon harus memperbaruhi juga para pelatih minimal pelatih tersebut berstatus ASN (Aparatur Sipil Negara). Jika semuanya sudah terpenuhi, otomatis angka pengangguran di Cilegon bisa berkurang,” pungkasnya. (Ully/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen
- Advertisment -DEWAN 2