CILEGON, SSC – Wagub Banten Andika Andika Hazrumy mengaku sangat menyayangkan saat dirinya melakukan kunjungan di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon tekait persiapan larangan mudik Lebaran 1442 Hijiriah, Rabu (5/5/2021). Orang nomor dua di Provinsi Banten ini mendapati petugas yang melayani tes GeNose C19 di Dermaga Eksekutif Merak tanpa menggunakan Alat Pelengkap Diri (APD) yang sesuai prosedur saat melayani penumpang.
Ia menyatakan, petugas medis yang melakukan tes geNose semestinya menggunakan APD lengkap. Faktanya di lokasi APD yang digunakan tidak lengkap.
“Minimal petugas medis harus dilengkapi dengan peralatan medis. Maskernya harus betul-betul jelas. Tadi kalau dilihat, maskernya turun, tidak pakai sarung tangan, tidak pakai facial, tidak pakai baju hazmat” ungkapnya.
Wagub juga menemukan kantong geNose saat yang dites kepada penumpang diletakkan sembarangan. Hal itu jika sembarangan akan berpotensi menjadi sarana penyebaran Covid-19.
“Terus menaruh kantong geNose itu asall dibuka, itu bisa menimbulkan penyebaran (Covid-19), tuturnya.
Andika yang mengetahui itu langsung memerintahkan Kadinkes Banten, Ati Pramudji Hastuti untuk menyampaikan masalah tersebut kepada otoritas kesehatan pelabuhan. Agar pelayanan dapat dibenahi sehingga keselamatan penumpang saat menyeberang terjamin.
“Dengan kondisi yang ada, harus betul-betul steril. Tidak bisa asal, karena itu bisa menimbulkan penyebaran Covid-19,” terangnya.
Ditempat yang sama, Kadinkes Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti mengatakan, pelaksanaan test GeNose yang ada di Pelabuhan Merak itu dilaksanakan oleh pihak swasta yang bekerja sama dengan negara. Dari pantuan yang ada, petugas saat tes geNose ditemukan tidak menggunakan APD sesuai prosedur. Ia meminta kepada Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Banten untuk menegur penyedia tes geNose di Pelabuhan Merak. Terlebih khususnya mengenai limbah-limbah kantong plastik geNose.
“Tadi sudah saya koordinasikan dengan Kepala KKP agar itu ditegur kembali dan diingatkan pengusahanya, karena melibatkan tenaga kesehatan. Yang seharusnya dalam pemeriksaan geNose itu, kalau dia (petugas medis) tidak memakai APD lengkap okay, tapi dia harus menggunakan maskernya N95, pakai sarung tangan. Kemudian dia harus ditempat pembuangannya pun tertutup, tidak dibiarkan berserakan dimana-mana,” benernya.
Ia menyatakan, kunjungan yang dilakukan pihaknya tergolong sangat penting. Jika ada prosedur kesehatan tentang pengendalian Covid-19 yang belum benar harus diperbaiki segera.
“Itulah pentingnya kita hari ini mr lakukan pemantauan di lapangan. Jika ada yang belum benar diluruskan kembali,” paparnya. (Ully/Red)

