CILEGON, SSC – Wakil Ketua DPRD Kota Cilegon, Nurrotul Uyun menghadiri kegiatan Sekolah Islam dan Gender II. Politikus PKS ini hasil sekaligus menjadi pembicara.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Putri Komisariat Universitas Al-Khairiyah tersebut digelar di Yayasan Darul Falah, Bagendung, Kota Cilegon belum lama ini.

Nurrotul Uyun mengatakan, Sekolah Islam dan Gender tersebut merupakan kegiatan yang sangat positif dan penting bagi seorang mahasiswa agar mengetahui tugas, potensi sebagai seorang perempuan.

“Semuanya mengarah kepada bagaimana perempuan itu bisa optimal potensinya baik di pendidikan, lingkungan masyarakat, organisasi kampus, sosial, masyarakat tanpa harus meninggalkan fitrah dan kodrat yang melekat pada perempuan,” kata Uyun ditulis Selatsunda.com, Rabu (5/6/2024).

Baca juga  Penyanyi Kapal Ditemukan Tewas di Kontrakan di Merak Cilegon, Diduga Jadi Korban Pembunuhan

Saat Nurrotul Uyun menjadi pembicara dalam kegiatan tersebut, para mahasiswi terlihat sangat antusias. Hal itu terlihat dari diskusi dan tanya jawab yang berjalan dengan khidmat dan penuh dengan ilmu pengetahuan.

“Mereka antusias mengikutinya. Satu hal yang saya tegaskan kepada mereka bahwa setiap dari mereka harus mempunyai dan menyadari potensi yang ada dalam dirinya. Tentu saja potensi yang ada dalam diri harus dimaksimalkan, harus dioptimalkan agar bisa memberi manfaat banyak, tidak hanya untuk dirinya, tetapi untuk orang lain dan sekitarnya,” ungkap Uyun.

Dalam kesempatan tersebut, Nurrotul Uyun juga tak lupa mendorong kepada seluruh peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut agar setiap potensi yang ada di dalam diri harus terus dimunculkan dan diasah.

Baca juga  Penyanyi Kapal Ditemukan Tewas di Kontrakan di Merak Cilegon, Diduga Jadi Korban Pembunuhan

“Bisa dikembangkan oleh diri sendiri dan dukungan dari semua pihak yang bisa menjadikan para mahasiswa itu berkembang lebih jauh lagi dan melesat, agar menjadi bagian yang bisa berkontribusi terhadap pembangunan di Kota Cilegon,” pungkas Uyun. (Adv)